Kristiani dan Hindu

Palu Memukul Kaca

Palu Menghancurkan Kaca dan palu bisa membentuk Baja ( 1 Tim. 4:8). Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, untuk hidup kini dan yang akan datang. Apa makna dari pepatah kuno diatas?

 

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, ketika palu / masalah menghantam, kita mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk. Jika kita adalah kaca, maka kita rentan benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

 

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah mental yang selalu positif, tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya. Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa

 

“masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya jadi lebih baik”. Sepotong baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan itu menyakitkan, namun yang bermental baja selalu menyadari itu baik untuk dirinya.

 

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru. Jika kita “baja”, kita melihat palu yang menghantam sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

 

Wah. 3:3. Karena itu ingatlah, engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang. (Andre W)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close