Psikologi

Persahabatan sejati

Sebuah pohon berbuah lebat dan terlihat kuning keemasan menggiurkan. Seekor burung jalak terbang ke pohon itu, dan memuji pohon itu. “Pohon yang subur, engkau terlihat indah dengan buah-buahmu.” Pohon setelah mendengar pujian ini berkata kepada burung jalak, “Teman, tinggallah ditempat saya.”

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, “Pohon ini hijau, buahnya wangi, sangat bagus” Pohon berkata kepada burung kenari ini, “Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja”

Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk di badan pohon, membuat pohon kesakitan, sambil menjerit. Burung pelatuk berkata, “Saya melihat di dalam tubuhmu ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka kau sakit dimakan ulat.”

Si pohon marah, “Omong kosong, engkau mematuk, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini”, burung pelatuk akhirnya terbang. Tidak berapa lama, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning lalu gugur. Akhirnya dahannya layu, tidak bisa berbuah lagi. Burung jalak terbang meninggalkannya, burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi.

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau pohon menjerit kesakitan dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis. Berikutnya, pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Saat ini, pohon dengan terharu berkata, “Yang bernyanyi dan memuji anda belum tentu teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah teman sejati.”
Seorang kawan memukul bermaksud baik, tapi lawan mencium-memuji dgn maksud buruk (Andre Wahjudibroto; https://groups.yahoo.com/neo/groups/smak3koncomania/conversations/topics/10354)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close