Pengalaman Anggota

Seakan sebentar lagi mati

Berusahalah didunia seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan sebentar lagi mati, itu kata2 Mang Wahya penjual keliling ayam (kampung) goreng serundeng. Usia 84 taun tak jadi penghalang, semua dikerjakan sendiri mulai masak dari jam 01.00 dini hari sampai menjelang subuh.

 

Sekalipun anak2nya hidup berkecukupan, tinggal direal estate Muara dan Mekarwangi, setiap bada subuh dia berangkat dari Banjaran dengan angkot terus berjalan kaki menelusuri kota sekitar Tegallega. Ini tetap dilakukannya sejak ditinggal istri tercinta menghadap sang Khalik 3 th silam.

 

Dari ceritanya, dia tidak mau tinggal bersama anak2nya karena selalu terkenang saat berdagang bersama istri setiap hari. Yang dia lakukan sekarang dan terus dimasa datang, adalah sebagai ungkapan setia kepada pasangan hidupnya tersayang.
Rasanya cerita ini mirip cuplikan iklan kasih sayang seorang kakek yang berjalan kaki jauh kebukit, menemui makam istri, memainkan biola, membuatkan soup kesukaannya setiap pagi. Banyak hikmah tentang kesetiaan kepada pasangan hidup baik dalam suka dan duka di hari jadi pernikahanku ini.

(Bdg, 14 Mei 2014 Alhamdulillah wasyukurillah. Sunarto SA)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close