Selingan

Warisan yang berbeda

Dua bersaudara dari keluarga yang berkecukupan, setelah kematian kedua ortunya, mereka membagi warisan. Setelah harta dibagikan, kedua bersaudara ini tidak pernah rukun-damai. Kakak menuding adiknya mewarisi lebih dari yang dimilikinya. Adik menuding hal yang sama pada kakaknya, bahwa sang kakak memiliki harta warisan lebih banyak dari yang diwarisinya. Keduanya saling tuding, pembagian harta itu tidaklah adil dan seimbang.

 

Mereka melewati berbagai proses hukum, namun persoalan mereka tak dapat diatasi secara memuaskan. Semua nasihat tak berhasil. Semua keputusan seakan tawar. Keduanya tak dapat menerima semua nasihat dan keputusan yang diberikan.

 

Setelah mencari dan mencari akhirnya mereka ketemu guru bijak. Kedua bersaudara tersebut datang ke hadapannya dengan harapan bahwa duri yang selama ini menusuk daging dan menghancurkan hubungan persaudaraan mereka dapat dikeluarkan.

 

Sang bijak tanya pada kakak; “Anda yakin harta yang dimiliki adikmu melebihi warisan yang kau terima?” Kakak menjawab yakin ; “Sungguh” Sang bijak lalu berpaling pada sang adik dan bertanya hal yang sama; “Anda yakin kakakmu mewarisi harta peninggalan ortu lebih dari yang anda peroleh?” Dengan keyakinan yang sama sang adik menjawab; “Ya demikianlah!”

 

Sang bijak memberi perintah pada keduanya; “Kumpulkan semua harta yang telah diterima masing-masing dan serahkan itu kepada yang lain.” Kakak menyerahkan semua harta warisan yang diperolehnya kepada adiknya, demikian pula adik menyerahkan harta warisan yang diperolehnya kepada kakak. Dan sejak itu tak ada lagi pertentangan karena harta warisan di antara mereka berdua. (BRX-MichaelYamin.net)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close