Selingan

Sosialisasi Keselamatan Berkendara Lewat Film

(viva.co.id)-Kampanye keselamatan di jalan raya gencar dilakukan sejak lama. Meski demikian, banyak kecelakaan terjadi, dan umumnya dialami pengendara sepeda motor.

 

Penyebabnya macam-macam, mulai tidak mematuhi aturan lalu lintas, hingga kurangnya konsentrasi. Nah, jika sebelumnya sosialisasi dilakukan dalam bentuk praktik dan teori, kini hadir teknik baru.

 

Teknik yang dimaksud, adalah mengajarkan masyarakat pentingnya keselamatan saat berkendara, melalui film mini seri yang diberi judul  City Night Ride Tambul (Tangga Menuju Bulan).

 

Produser film tersebut, Alfriandy Yuldyanto menjelaskan, film ini terinspirasi dari salah anggota komunitas yang ingin mendapatkan motor impian, hanya dalam waktu tiga bulan.

 

“Ini terinspirasi kisah nyata, yang dikembangkan. Juga untuk bisa menyampaikan pesan keselamatan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu malam 9 November 2019.

 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua KTM Owners Community Indonesia (KOCI) itu mengatakan, City Night Ride Tambul bisa disaksikan melalui laman berbagi video YouTube.

 

Uniknya, tema keselamatan berkendara yang diangkat akan berbeda-beda setiap serinya. Misalnya, bermain gawai atau merokok sembari mengendarai motor. “Tema yang diangkat sangat melekat dengan keadaan sehari-hari,” tuturnya.

 

Sementara itu, pegiat safety riding sekaligus Direktur PT Sadewa Bumi Rotawu, Indra Prabowo mengungkapkan, film ini akan berdampak besar pada pola pikir para pengendara motor. Sebab, pesan disampaikan dengan gaya yang menjadi ciri khas bikers.

 

“Kami percaya, bahwa film ini mempunyai nilai menarik untuk diteladani dalam menyebarkan virus keselamatan berkendara,” jelas Indra.

 

(Krisna Wicaksono;  Bahan dari : https://www.viva.co.id/otomotif/motor/1187385-cara-baru-sosialisasi-keselamatan-berkendara-lewat-film)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close