Selingan

Dokter lulusan UGM ini pembersih sepatu

Islamedia-Pengusaha Muslim Saptuari berceritera pengalaman berharga saat mewawancara Dokter Muda lulusan UGM di Kongkow Bisnis Geronimo FM Jogja. Dokter ini istimewa tak seperti dokter biasa. Usianya 25 tahun telah memiliki bisnis 85 karyawan dan sudah memiliki 20 cabang, hingga Singapura.

 

Berikut kisah lengkap yang ditulis Saptuari di group FB Belajar Wirausaha Bareng Saptuari (25/5/2016).

Sudah 4 bulan saya tidak siaran Kongkow Bisnis di Geronimo FM Jogja, malam tadi saya diundang lagi buat membredel tamunya di Acara Kobis Live di Dixie. Menarik kali ini. Saya harus berdecak kagum dengan keuletannya! Baca obrolannya dibawah ini.. Akan bikin kepala anda meletup

 

“Nama Saya Tirta Hudhi, 25 tahun mas.. Saya tukang bersih2 sepatu, karena itu hobi saya sejak dulu. Seneng kalo ngelihat sepatu yang bersih. Pekerjaan sampingan saya sebagai dokter umum di RSA UGM di Ringroad Utara Jogja, rencana mau ambil spesialis bedah juga.. “Whoootttt!! *saya mendelik

“Bentar-bentar! Dokter beneran kamu ini? Bukan dokter bedah sepatu… “

 

“Beneran mas. Asli saya Karanganyar (Solo coret) 3,5 tahun saya kuliah kedokteran di UGM dari tahun 2009, lanjut koas selesai tahun 2015, langsung kerja di RS. Dulu waktu ngekost di daerah Pogung saya seneng bener bersih2 sepatu, terus saya pajang di depan kamar kost, eh banyak temen2 yang nitip, lama2 makin banyak.

 

Ada temen yang usul, sekalian aja kamu bisnisin dapet duit. Eh bener juga ya.. Pas waktu itu saya harus membeli buku2 kedokteran yang mahal, gak mau jadi beban ortu saya harus beli buku2 itu sendiri. Jadi kalo pulang kuliah jam 3 sore, saya di kost membersihkan sepatu pesanan, sampai jam 21, lanjut belajar”

 

“Wow, Gak gengsi kamu.. Mahasiswa kedokteran jadi tukang bersih2 sepatu?”

“Ngapain gengsi mas, dapat uang halal. Sampai akhirnya saya online-kan di forum jual beli kaskus, pesanan makin banyak bahkan dari luar kota. Sepatu dikirim ke jogja, saya dibersihan terus dikirim lagi”.

 

“Modal pertama hanya 400 ribu saja, buat beli alat-alatnya. Tahun berikutnya saya mendapat investor dari kawan ayah saya, 25 juta bikin toko pertama di alun2 kidul Jogja. Dalam 3 bulan sudah balik modal, saya bagi hasil 20% untuk investornya.”

“Wuuuik… Dari bersih-bersih sepatu bisa dapet 8 jutaan dong sebulan!”

 

“Saya mainkan di semua sosial media, pesanan jasa makin banyak, pernah kami dapat kiriman sepatu dari Bali, harganya itu 120 juta.. Sepatu mahaaal.. Padahal ongkos membersihkannya hanya 100ribu, dia puas akhirnya rutin jadi pelanggan kami”.

 

karyawan-jasa pembersih sepatu“Satu outlet kini ada 2-3 karyawan. Saya mulai ekspansi bertahap ke berbagai kota, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Medan, Tangerang, Pelembang hingga ke Singapura. Total ada 20 outlet saat ini dengan 85 karyawan. Outlet yang di Singapore karyawan saya juga orang sana.. Bukan dari Indonesia”

 

“Dalam 3 tahun bisnismu bisa cepat ekspansinya, kamu mengajak investor atau dengan utang?”

“Dari 20 outlet yang saya miliki 75% milik saya sendiri, 25% join dengan investor. Saya tidak pernah mengembangkan usaha dengan utang mas”.

 

“Tiap dapat untung dari outlet-outlet saya putar terus untuk membuka cabang baru. Ayah saya mengajarkan jangan pernah membuka usaha dengan utang.. Itu hanya akan memberatkan, padahal ayah saya dulu kerjanya di BPR” lanjut Tirta sambil tertawa..

“Kamu masarin jasa kamu lewat sosial media?”
“Iya mas, all sosmed kami pakai. Kami di Shoes And Care pernah dapat penghargaan dari Google Singapore sebagai salah satu jasa terbanyak dicari di internet. Karena hasil kerja kami bagus dan memuaskan, ada perusahaan di Italy merekomendasikan kami jadi rujukan perawatan sepatu di Asia Tenggara. Kami kaget pernah dapat kiriman sepatu dari Belanda. Ongkos bersihinnya 10 Euro, ongkos kirimnya 40 Euro. Lebih mahal ongkirnya, Tapi orangnya puas.. Seminggu beres sepatu kami kirimkan lagi ke Belanda”

 

“Muantab…. target kamu apa ke depan?”
“MEA sudah terbuka mas, saya punya impian Outlet Shoes And Care akan ada di Thailand, Vietnam, Malaysia, Brunei dan negara2 lain, tapi saya tetap jadi dokter bedah di Jogja saja”

Pasti bisaaa Tirtaaa!

 

Saya bertanya lagi di jeda waktu, ketika tidak on air diselingi lagi live dari band disana.
“Dengan 20 outlet, produk jasa.. Kamu pasti mampu dong beli mobil cash sendiri sekarang?”
“Mampu mas.. “

“Sudah beli? Mobil apa?”
“Belum mas.. Saya masih pakai Honda Supra 125 kemana-mana, uangnya mending saya tabung buat buka outlet lagi nantinya..”
Tamparan kerasssss dari mas Dokter buat yang sok gaya beli mobil kreditan! Yang sudah sukses dan mampu beli cash aja menunda kesenangan, daripada yang maksa beli demi pamer dan gaya hidup tapi habis itu pusiiiiiing mikir cicilan. (Ariis Munadi dari grup WA-72; sumber dari @Saptuari; http://islamedia.id/dokter-muda-lulusan-ugm-ini-menjadi-pembersih-sepatu/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close