YAKESTEL DAN OLAH RAGA

Salah duduk, syaraf bisa terjepit

Seringkali kita merasakan nyeri dan ngilu pada beberapa bagian tubuh tertentu setelah melakukan aktivitas yang berat atau duduk terlalu lama. Mungkin saja ini bukan nyeri biasa. Jika frekuensi nyeri termasuk sering dan menjalar ke bagian tubuh lain, bisa jadi itu gejala penjepitan saraf, atau yang dikenal dengan nama saraf terjepit

 

Saraf terjepit merupakan bagian dari nyeri punggung bawah atau lowback pain. Pada tulang, ada bagian yang disebut diskus (bantalan atau sambungan diantara dua tulang) yang berfungsi semacam peredam beban. Kalau Diskus meleset dan bergeser, tulang langsung menekan saraf dan menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat.

Bagian tubuh yang paling sering mengalami penjepitan saraf adalah leher dan pinggang karena paling sering digunakan untuk bergerak.

 

Sering kita menganggap saraf terjepit hanya dialami oleh lansia yang semakin tua semakin rapuh tulangnya. Sebenarnya orang usia produktif pun dapat mengalami penjepitan saraf tersebut. Pada lansia, saraf terjepit bisa karena bantalan yang menyambungkan dua tulang menjadi elastis. Akibatnya tulang langsung menekan tulang lain dan terjadi penjepitan saraf yang menimbulkan nyeri pada bagian tubuh tersebut.

 

Saraf terjepit pada lansia juga dapat terjadi karena pengapuran atau tumbuhya tulang muda yang runcing pada tulang belakang, sehingga menekan saraf dan terasa sakit.

Pada usia produktif, biasanya saraf terjepit terjadi karena aktifitas harian yang terlalu berat. Sering mengangkat beban berat yang hanya bertumpu pada satu bagian tubuh, akan membuat tulang di bagian tersebut tertekan dan mengenai saraf, sehingga timbul nyeri. Posisi duduk yang salah juga dapat menyebabkan saraf terjepit. Kita sering duduk dengan posisi membungkuk. Posisi duduk yang baik adalah tegak dan menyandar.

 

Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan saraf terjepit, salah satunya tuberkolosis, biasa disingkat TBC atau TB. Kuman TB yang tak cepat ditangani dapat menyebar dan memakan tulang, sehingga tulang menjadi keropos dan langsung mengenai saraf. Kanker dan tumor juga bisa menyebabkan saraf terjepit.

 

Tak sedikit pula saraf terjepit akibat trauma jatuh. Seseorang yang pernah jatuh dengan posisi terduduk, kemungkinan dapat mengalami retak tulang belakang dan saraf terjepit. (Sumber: Gaya hidup sehat no.556; http://www.yakestelkom.or.id)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close