YAKESTEL DAN OLAH RAGA

Apa diagnosis hasil lab saya

Pertanyaan semacam ini bukan kejadian jarang dihadapi dokter. Betul bukan pertanyaan yang salah. Namun, satu hal perlu dimasyarakatkan, bahwa diagnosis tidak selalu bisa ditegakkan hanya dari pemeriksaan laboratorium maupun pemeriksaan pembantu lainnya

 

Adalah keliru besar bila diagnosis semata dari hasil pemeriksaan, bukan dari hasil pemeriksaan yang dokter lihat, raba, dan periksa sendiri di kamar praktik. Tanpa memeriksa pasien terlebih dulu, dokter yang professional tidak bisa mendiagnosis penyakit pasien dari hasil laboratorium. Tidak juga dari hasil pemeriksaan lainnya. Bukan hasil foto rontgen, MRI, CT-Scan, atau apa pun pemeriksaan paling canggih yang, mendasari suatu diagnosis.

 

Membaca hasil pemeriksaan penunjang medis yang sama pada pasien yang berbeda, tak harus selalu sama hasil analisisnya. Batas terendah kolesterol pada yang berisiko jantung koroner tentu tidak sama penganalisisannya dengan pasien yang tidak berisiko. Menganalisis bagi yang ada riwayat operasi bypass jantung juga tidak sama dengan yang belum pernah ada serangan jantung.

 

Jadi, betul tidak professional bila dokter mendiagnosis semata dari hasil pemeriksaan penunjang medis, betapa paling canggih pun jenis pemeriksaannya. Mengapa? Karena pemeriksaan cuma alat, dan alat bisa salah. Orang yang memeriksanya juga bisa salah. Bahan pemeriksaan lab juga belum tentu masih tidak kedaluwarsa. Yang membaca hasil pemeriksaan juga bisa keliru.

 

Dokter yang bijak tidak asal minta pemeriksaan penunjang. Apapun jenis pemeriksaan yang biasa dokter minta kepada pasiennya, bersifat menunjang apa yang dokter sangkakan setelah memeriksa pasien di kamar praktiknya.

 

test gula darah-2Pemeriksaan penunjang tidak boleh berdiri sendiri sebagai alat penegak diagnosis. Ini harus didampingi dengan apa yang sudah dokter temukan dari hasil pengamatan, dan pemeriksaan fisik di kamar praktik. Tidak bijak kalau dokter asal minta pemeriksaan penunjang tanpa ada dasar persangkaan suatu penyakit. Berarti pasien akan memikul ongkos segala macam pemeriksaan yang belum tentu perlu untuk mendiagnosis penyakitnya.

 

Makin bijak dokter, makin sedikit membebani ongkos pasien dalam berobat. Juga makin sederhana memeriksa. Kalau tanpa pemeriksaan penunjang, diagnosis sudah bisa ditegakkan, mengapa harus meminta pasien memeriksa ini itu yang diperlukan. (Sumber : Gaya Hidup Sehat Edisi 568 dan http://www.yakestelkom.or.id)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close