Psikologi

Kasih ibu sepanjang jalan

Aku masih mempunyai ibu kandung ..
juga ibu mertua yang keduanya sudah berkepala 8.
untuk menjadi bahan renungan :

KASIH IBU
Suatu hari ada seorang ibu ingin meminjam uang dari anaknya yang telah hidup mapan, dengan suara direndahkan terdengar sayup-sayup disertai rasa malu ia berkata : “Nak, pinjami ibu uang rp 2.000.000, Ibu ada perlu…”. Nanti bulan depan, setelah menerima uang pensiun bapakmu, ibu bayar kembali.

Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: “Iya Ma, nanti saya tanya istri saya dulu ?”, seakan berat untuk mengiyakan.
Ketika sang anak akan beranjak pergi ia melihat dus susu anaknya dan masih ada bandrol harga Rp 250.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis dalam 1 minggu maka = 1 x 52 mg x 2 th = 26 jt (selama anaknya menyusu ).

Dia berfikir lagi susu terbaik anak adalah ASI yang harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang , jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar? Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia.

Ibu, telah memberi semua kasih sayang, harta dan semuanya tanpa pamrih, gratis. Maafkan anak durhaka ini yang tidak tahu balas budi dan aku tahu aku tak kan mampu membalas kebaikanmu. Segera ia mendatangi ibunya dan memeluknya, mengecup keningnya dan memberi Rp 5 jt dari sakunya dan berkata: “Ma, jangan berkata pinjam, hartaku adalah milikmu, do’akan anakmu ini agar selalu bisa membahagiakan dan berbakti padamu”.

Sambil berkaca-kaca ada air bening dipelupuk mata ibu. ia berkata: “Nak, setiap hari Mama selalu berdo’a agar kita kamu selalu dikaruniakan keadaan sehat dan didasar jiwa mama yg paling dalam mama akan selalu berdoa utk kebahagiaan dan kegembiraanmu”.

Kisah ini menunjukan Benar kata pepatah “Kasih Ibu Sepanjang Jalan”. Jangan sampai kita ini menjadi “Kasih Anak Sepanjang Galah”
Bahagiakan Ibumu sewaktu beliau masih Hidup krn kita Pasti Tak Kan bisa membalas Budi baiknya yang Menyusui, Merawat, Mengobati kala kita sakit sedari kita Bayi baru dilahirkan.

Jangan sampai kita Menyesal kala beliau sudah tiada, Percuma kita membangunkan Makam yg bagus2 atau mempersembahkan Barang2 Mewah dipusaranya tetapi waktu beliau hidup anda Tidak memberikan apa2 dan Tidak Bisa Berbakti semasa beliau masih hidup. (Justinus Darmono)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close