Psikologi

Tidak mensyukuri

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah diguyur air hujan. Tiba-tiba lewat motor didepannya. Petani berkata pada istrinya,”Lihat Bu, bahagianya suami istri yang naik motor itu. Kehujanan tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita.”

Sementara itu pengendara motor dan istrinya yg sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata pada istrinya,”Lihat Bu, betapa bahagianya orang yg naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.”

Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat,”Lihatlah Bu, bahagia orang yg naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tdk spt mobil kita yg sering mogok.”

Pengendara mobil Mercy itu pria kaya, dan saat melihat suami istri yg berjalan berganden tangan dibawah guyuran air hujan, pria itu berkata dlm hati, ”Betapa bahagianya pasangan itu. Mereka mesra berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku & istriku tdk pernah punya waktu utk berduaan karena kesibukan masing-masing.”

Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup org lain. Bersyukurlah senantiasa atas hidup kita, supaya kita tahu dimana kebahagiaan itu berada. (Suhirto M; http://ronywijaya.com/kisah-syukur-petani-dan-pengendara-mercy/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close