Psikologi

Buku “Strategi dan perjuangan internasional TIK”

Bertahun-tahun saya ditagih dan bertahun juga saya ingin menerbitkan buku pengalaman perjuangan di bidang internasional mulai pertama kali mengikuti sidang Pleno Komite Konsultatif Radio (CCIR) tahun 1974. Tetapi  bertahun pula tertunda, karena macam2 alasan, baik masuk akal maupun tidak.

Banyak teman yang menagih, dari Postel baik yang pernah mengikuti kuliah saya “Aspek Regulasi & Badan-Internasional” – Program Pasca Sarjana – Bidang Ilmu Teknik Elektro, UI, dari sejak 1996 hingga 2012, Delegasi RI, maupun teman2 Mastel dari Telkom, dsb.

Penerbitan buku ini, suatu keinginan manusiawi sekaligus tercampur sebagai suatu kewajiban untuk memberikan kembali apa yang saya telah peroleh dari masyarakat, Bangsa, dan Negara. Bu Ingrid Pandjaitan, saat itu Kasubdit dan kemudian Kadit Kerjasama Internasional, POSTEL (kini pensiun), dan kawan2 Postel, yang menugasi saya menjadi pendamping penyiapan DELRI ke forum2 ITU, APT dll. saya katakan bahwa itu suatu langkah yang pintar. Mengapa?
Oleh karena memanfaatkan investasi Negara yang begitu besar pada diri saya. Betapa tidak, berapa investasi Negara untuk pengalaman jenjang karier saya, dimulai sejak PN Postel/PN Telekomunikasi (pendahulu TELKOM) hingga Ditjen Postel, dan terakhir terpilih sebagai Direktur Pembangunan ITU, BDT. Belum lagi Pimpro SKSD tahun 70an, dsb.
Ya, saya berhutang pada Ibu Pertiwi, sekaligus Anugerah Tuhan untuk kesempatan yang diberikan.
Sayang apabila tidak bisa diteruskan segala semangat dan perjuangan ini, bagi mereka yang membutuhkan.

Buku berjudul “Strategi dan Perjuangan Internasional TIK” ini sudah selesai, dan sedang dijajaki pencetakan dan penerbitannya. Bagaimanapun bisa tercermin intinya dari halaman muka depan dan belakang yang disiapkan, yang bisa berubah sesuai saran Penyunting Penerbitnya. (Salam, AphD)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close