Pengalaman Anggota

Kesemek

Seperti apa ya rasanya Kesemek? Mungkin sudah lebih dari 50 tahun saya tidak mencobanya lagi. Sudah lupa. Ketika ibunya anak-anak membawa buah yang harganya empat biji dua ribu ini, saya coba mencicipinya pelahan-lahan. Teksturnya terasa lebih berpasir dari apel, tapi rasa pasirnya nyaris tidak terasa.

Tidak seperti buah Tanjung yang sangat kesat. Ada rasa sawo, bahkan bila dibelah mirip sawo yang tidak
berbiji. Warna buah yang sudah masak, kuning jingga yang menyala, jauh lebih “inviting” dari pada buah apel. Menggigit buah Kesemek mengingatkan saya menggigit Bengkoang, hanya buah ini jauh lebih manis dari Bengkoang.

Kandungan airnya pun seimbang dan sak-madya tidak seperti Bengkuang yang sangat berair. Alhasil, menurut lidah saya, Kesemek ini sintesa dari buah-buah Apel, Sawo, Tanjung dan Bengkoang.

Saya kurang paham bagaimana kandungan nutrisi, vitamin dan seratnya, yang saya tahu buah ini jenisnya perempuan. Mengapa? Karena Kesemek selalu berbedak tebal. (Sadhono Hadi; Creator of Fundamen Top40; Visit http://fundamen40.blogspot.com dan http://rumahkudidesa.blogspot.com)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close