Aku cinta Indonesia

Mengintip Lee Kuan Yew

Tanggal (23-2-2015) Lee Kuan Yew meninggal dunia. LKY adalah the great man dan the great leader. Pada saat begini, kita patut menyimak perjuangan-nya untuk Singporean, untuk demokrasi dan untuk peradaban (yg lebih baik). Kini kita lihat hasilnya, Singapore menjadi satu bangsa dan modern.

 

Berdirinya Singapore bermula sengketa politik dan (9-8-1965) Tunku Abdul Rahman – sbg PM Malaysia mendeklarasikan “mendepak Singapore dari Federasi Malaysia”. Tentu, mengagetkan. LKY kaget dan sesenggukan sedih. Ini-lah mula berdirinya Negeri Singapore. LKY said, “We will survive”.

 

Lihatlah potongan kisah ini dalam Video YoutTube dibawah ini (time: 3’04”) Click: https://www.youtube.com/watch?v=99TIt4sSKBk

 

LKY tentu marah pada Tunku Abdul Rahman. Konon, untuk meng-ekspresikan kemarahan itu dan menyadari ada Konfrontasi Soekarno vs Tunku Abdul Rahman, maka lihatlah bendera Singapura nyaris persis sama dengan “Sang Merah Putih” dan ditambah Bulan Sabit + Lima Bintang. (Salam, ThW)-FR

 

Tanggapan dari DR

Menurut saya yang dikatakan bang Dapot itu ada benarnya.    Pada awal pemerintahannya LKY sdh menyadari posisi dan kondisi Singapore, negara kecil yang miskin SDA namun berpotensi dalam manajemen pelabuhan antara utk perdagangan internasional.

 

LKY menyadari potensi fikir SDM bangsanya harus dikembangkan dan diefektifkan bagi kemamuran negara. Potensi fikir itu di bidang software komputer dan kreatif turutannya. Perdagangan yg pas utk negara kecil dan sempit itu adalah perdagangan berjangka yg dikembangkan dengan penuh tekad.

 

Maka disedotlah arus dana ke Singapore dari negara luar melalui perlindungan tata-aturan yg menguntungkan investor di Singapora.  Indonesia mengalami dampaknya ketika para koruptor dan para bankir pengemplang dana talangan BLBI memarkir dana yg mereka miliki di Singapora, negara yg tidak mau membuat perjanjian ekstradisi dg negara lain termasuk Indonesia.

Akan sukseskah LKY andaikata dia menjadi presiden RI sesukses yg dia lakukan di Singapora?   Belum tentu. (-djr-)

 

Lanjutan tanggapan ThW

Pak DjkR, Jujur saya mengakui kepimpinan LKY sukses membawa Singapore dr GDP.$400kjuta (1965), sekarang menjadi GDP.USD$300billion(2014, actual). Dia nyata mendatang kemakmuran dan kesejahteraan bg rakyat Spore.

 

Pada awal S’pore dibangun menjadi pusat pelabuan kapal dagang dan tempat industri murah. Rakyat senang dapat pekerjaan. Disusul langkah berikutnya, S’pore merintis (dan berhasil) sebagai Hub informasi (Telekomunikasi), Hub Penerbangan di Asia Tenggara utk ke Europe dan US.

 

Lalu Hub Financial (like Tax Heaven) yg sukses dan ter-akhir cita-cita LKY pingin S’pore sbg Hub Pendidikan yg berkualitas (utk keunggulan Bangsa “pore dan rekrutmen calon2 warga negara baru yg berkualitas & kaya). Itu gambaran big picture strategi Pemerintah S’pore.

 

Jakarta boleh mengalahkan S’pore soal super-malls dlm jumlah & ukuran, tapi S’pore menang lebih besar & canggih soal fasilitas pendidikan utk generasi muda-nya. Mall dan Univ dua hal yg berbeda makna dalam mempersiapkan masa depan bangsa.

 

Kepimpinan LKY sejatinya adl tipe diktator yg baik hati, jujur mengabdi utk rakyatnya, realistis dan tegas. Soal persateruan dg lawan politik, nampaknya selalu keras (iron), tapi selalu pakai jalur hukum. LKY banyak kekurangan, tapi kepercayaan rakyat S’pore kpdnya tak pernah luntur. Dia bersih dr korupsi.

 

Soal Perjanjian Extradisi dg Indonesia. Ini onak dalam daging. Pemerintah S’pore bersedia teken perjanjian extradisi, konon asal syaratnya berat & se-abreg disetujui. Salah satunya, pesawat Militer S’pore minta memiliki hak terbang dalam radius sampai Teluk Semangka & Banyuwangi.

 

Mustahil disetujui, berat pisan. Soal extradisi koq di-dagangkan dg kedaulatan udara/negara. Udk, konon sampai hari ini pengelolaan penerbangan sipil dari/ke bandara Padang, Pakanbaru, Batam, Medan, Pontianak masih di-bawah kendali Changi Airport of S’pore.(konon alasan historis, ICAO memberikan kepada Changi Airport dibawah British(1949), sampai kini berlanjut).

 

Awal tahun 2010, Pemerintah -S’pore mengumumkan beli 100 units pesawat fighter F-36, fulltank, jarak terbang bisa 3600 km alasan untuk pertahanan. Sebenarnya, S’pore siap2 utk menghadapi negara mana? Malaysia? Thailand? Phillippine?, dugaan saya beli utk standing terhadap Indonesia.

 

Mosok sampe beli 100 units, ya? Kita beli dari US, hanya diberi satu skadron saja, isi tanki setengah (jarak terbang hanya 1800 km), dan owel banget. Makanya, kita lebih baik beli Sukhoi.

Bagaimanapun, tetap. Hidup Pahlawan Nasional Harun & Usman. (Salam; ThW)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close