Psikologi

Mitos tentang Sakit Maag

Sakit Maag Karena telat makan. Kekambuhan sakit maag atau dipepsia karena terlambat makan, secara ilmiah belum jelas dan bukan hasil penelitian yang membuktikan. Tapi fakta ada bahwa umat muslim berpuasa ± 12 jam juga terbukti tidak mengakibatkan gangguan maag pada sebagian besar pelakunya.

 

Penyakit Maag adalah gejala penyakit yang menyerang lambung karena terjadi perlukaan atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, nyeri, mulas, dan perih pada saluran pencernaan terutama bagian atas.

 

Gejala lain yang bisa dirasakan selain rasa tidak nyaman, juga mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh), kembung, bersendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi) sering buang angin.

 

Penyakit maag sering disertai gangguan mulut (mulut berbau, sariawan, gusi dan gigi sering ngilu, lidah kotor, gusi berdarah, bibir kering dan berdarah). Gejala itu bisa akut atau jangka pendek, berulang, dan bisa juga menjadi kronis.

 

Terjadi kondisi kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. ((Widodo Judarwanto; http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/09/16/10-mitos-kesehatan-yang-tidak-pernah-terbukti-kebenarannya-592947.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close