Pengalaman Anggota

Pelatihan Sertifikasi Assessment BNSP

Alhamdulillah, pelatihan yang lumayan berat telah selesai, dan sukses. Berikut ini saya sampaikan catatan kecil tentang pelatihan asesor kemarin. Selain harus tekun menyimak penjelasan instruktur serta aktif berdiskusi seperti pelatihan-pelatihan pada umumnya, pelatihan asesor perlu tambahan beberapa karakter yang kudu dimiliki oleh (calon) peserta, yaitu antara lain :

– Ketrampilan mengelola file hardcopy dan softcopy, karena bekerja dengan 50-an file hard dan soft
– Ketrampilan ‘bermain’ dengan aplikasi MS Word, karena sebagian besar file berbentuk Word file dan sebagian kecil pdf
– Teliti dan Sabar, karena harus mengisi puluhan form dengan benar dan lengkap serta dibutuhkan kesabaran untuk bolak-balik melengkapi kekurangan dan membetulkan kesalahan.

– Merekam ke dalam memori istilah-istilah asesmen, karena akan ditanyakan dalam sesi uji oleh Master Assessor
Tentu ada lainnya, paling tidak itulah yang saya ingat
Selain harus membawa laptop dan printer, peralatan kecil yang tidak dibawa oleh peserta tapi penting dan sering digunakan yaitu ‘bolonger’ dan stapler.

Sekedar info, kemarin saya sempat nanya kepada Master Assessor yang menguji tentang jenjang menuju Master, yaitu :
– Telah mengases minimal 20 asesi
– Pernah menjadi Lead Assessor minimal 5 kali
– Pernah menjadi ‘tandem’ instruktur minimal 3 kali.

Tambahan dari Bambang Ngab :
Nuhun, info ttg MasterAsesor..cuman info yg saya dapat, tandem min 3 kali..
Selamat sore temens…memang betul apa yg disampaikan pak Zainal…bhw pelatihan ini cukup memerlukan kesiapan baik stamina maupun ketrampilan.

Dan tentunya yg paling penting adalah kesabaran. Semoga apa yg kita kerjakan dpt menambah ilmu yg barokah dan merefresh kembali kemampuan kognitif…psychomotorik dan affektif kita semua….Bravo P2TEL (Zainal Arifin)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close