Iptek dan Lingk. Hidup

Pemilik Wearable Mengenyahkannya

Karena belum ada perangkat yang jempolan atau enggan direpotkan urusan mengisi daya, sejumlah besar konsumen tidak suka dengan perangkat wearable – seperti smartwatch dan fitness tracker atau pencatat kebugaran tubuh – setelah mereka membelinya.

Penelitian terbaru perusahaan riset Endeavour Partners mengatakan 1/3 konsumen USA yang punya produk wearable berhenti menggunakannya setelah 6 bulan. Angka itu melambung 50% untuk perangkat pencatat aktivitas seperti Fitbit, meski satu dari 10 orang dewasa di USA memiliki alat itu.

Pasar wearable baru, dan diperkirakan tumbuh pesat mencapai penjualan $19 miliar (Rp214,7 triliun) pada 2018. Perkiraan ini disampaikan Juniper Research, penjualan wearable mencapai $1,4 miliar (Rp15,8 triliun) pada 2013. Jika pemilik perangkat wearable terus mengabaikan alat mereka, mungkin produk itu tidak akan meledak seperti prediksi sebelumnya.

Kegagalan ini karena hardware generasi pertama yang bentuknya cenderung membosankan dan kurang menarik. Contohnya Samsung Galaxy Gear pertama yang desainnya besar, baterainya tidak bertahan lama dan performanya lambat. Beberapa perangkat berikutnya, termasuk Gear Fit dengan penampilan modern, berjanji akan memperbaiki kekurangan itu.

Beberapa raksasa teknologi lainnya belum terjun ke pasar wearable. Google memicu kehebohan dengan pengumuman OS Android Wear, namun perangkat buatan mereka sendiri kemungkinan baru akan dirilis pada musim panas tahun ini. Yang menarik dari jam tangan bertenaga Android Wear, seperti Moto 360, adalah perangkat itu tidak seperti kalkulator yang diikat ke pergelangan Anda.

Apple menapaki kancah wearable dengan iWatch tahun ini. Desainnya kaca lengkung dan mampu menjalankan aplikasi iOS (dalam skala kecil). Perangkat Apple menekankan bidang kebugaran. Hebatnya lahirnya pasar heads-up display (layar transparan yang dapat melihat informasi tanpa perlu mengalihkan mata ke arah lain), dipelopori oleh Google Glass.

Perangkat itu menimbulkan pro dan kontra, menyebabkan beberapa perusahaan melarang pemakai alat itu menggunakannya di lingkungan mereka. Yang terpenting adalah pembuat perangkat wearable tersebut mampu membuat para konsumen betah menggunakan produk mereka untuk waktu lama.

Mereka harus menemukan cara membuat kita termotivasi dan menemukan cara cerdas supaya baterai smartwatch dan tracker bisa bertahan lama, dengan memanfaatkan teknologi charging nirkabel terbaru. (Oleh Mark Spoonauer, Tom’s Guide; https://id.berita.yahoo.com/sepertiga-pemilik-perangkat-wearable-memutuskan-untuk-mengenyahkannya-105331003.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close