Kesehatan

Puasa dan buah segar

APA yang terbayang dalam benak Anda jika disebut kata ‘takjil’? Kebanyakan dari Anda langsung mengasosiasikannya dengan kolak pisang, biji salak, kue jongkong, colenak, dan es palu butung. Semua itu serba manis.

Itu yang tercetus dari Dian, 25. Karyawati swasta itu mengaku paling tidak tahan untuk mencicip es podeng dan martabak setelah azan magrib berkumandang. Rasa haus dan lapar yang ditahannya seharian langsung tandas jika kedua jenis menu berbuka itu masuk ke kerongkongannya.

“Lihat jajanan takjil itu biasanya jadi pengen ambil apa aja. Bawaannya lapar mata. Jadi, enggak peduli deh jajanan itu sehat atau enggak,” sahutnya kepada Media Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Padahal, puasa bisa dijadikan momen yang tepat memulai pola makan sehat. Dengan menjalankan pola makan yang baik, Anda berinvestasi bagi kesehatan di masa depan. Spesialis gizi klinik dari UI, Fiastuti Witjaksono, SpGK, menyatakan tidak ada yang salah mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa. Gula yang terkandung dalam makanan manis berguna untuk mengembalikan energi di dalam tubuh akibat berpuasa lebih dari 12 jam sehari.

“Tapi, langsung memakan martabak manis, es palu butung dan kue manis lainnya saat berbuka adalah sesuatu yang salah kaprah. Sayangnya, ini jadi kebiasaan orang-orang di Indonesia,” sahutnya ketika ditemui di tempat berbeda.

Pemilihan makanan atau minuman pembuka yang tidak tepat, lanjut dia, dapat mengakibatkan gula darah naik dengan cepat. Risiko terburuk dari kebiasaan itu ialah timbulnya diabetes. Karena itu, ia menganjurkan memperbanyak makan buah-buahan sebagai menu buka puasa, seperti apel, melon, pepaya, pisang, pir, dan jeruk.

Gula alami yang terkandung dalam buah, biasa disebut fruktosa, bisa langsung diserap sistem pencernaan tubuh untuk kemudian diubah menjadi energi. Dengan begitu, rasa lemas pun hilang.

“Yang patut dicermati itu apakah kandungan gula dalam makanan dan minuman Anda aman bila dikonsumsi berlebihan. Jangan sampai salah konsumsi makanan saat berbuka. Kalau buah, jelas tidak menimbulkan diabetes,” jelasnya.

Tidak hanya menghasilkan energi, buah2an juga bermanfaat ekstra. Pisang, misalnya, dinilai cocok bagi pembuka puasa karena dapat menjaga keseimbangan air dalam tubuh dan membantu mengurangi asam lambung. Pisang mengandung vitamin A, B1, B2, dan C yang bermanfaat untuk membantu fungsi organ.

Contoh lain ialah stroberi. Buah yang sering menjadi hiasan pada kue-kue manis itu mengandung antioksidan tinggi. Dengan mengonsumsi buah itu, tubuh akan memiliki daya tahan untuk menangkal radikal bebas.

“Pepaya dan mangga juga mengandung vitamin C dan A yang dapat memperlancar pencernaan dan membantu memecah serat makanan. Namun, bagi yang lambungnya sensitif jangan langsung makan mangga,” terang Fiastuti.

Ia menyarankan agar memulai buka puasa dengan meminum teh hangat atau air putih hangat terlebih dulu sebelum mengonsumsi buah-buahan.

Konsumsi buah itu juga semestinya dilakukan saat sahur. Tentu, jumlahnya tidak bisa sebanyak saat berbuka.

Pilih yang segar
Kebanyakan buah dikonsumsi langsung tanpa proses pengolahan. Karena itu, kehati-hatian memilih buah sangat diperlukan agar Anda tidak salah mengonsumsi. Fiastuti menyarankan untuk selalu mengecek tekstur buah sebelum dibeli dengan mencoba menekannya.

Jika memang ketika ditekan terasa lembek, Anda tidak dianjurkan membelinya karena kandungan gizi di dalamnya dipercaya sudah menurun.

Buah yang segar juga tidak mengeluarkan aroma menyengat. Jika bau yang tercium menyengat, Anda sebaiknya membatalkan pembelian karena buah itu terindikasi telah disuntik zat-zat berbahaya oleh pedagang nakal.

Kiat berikutnya ialah membeli buah yang sedang dalam musim panennya. Selain lebih leluasa memperoleh buah segar, harga buah yang sedang musim relatif lebih murah. “Selain itu, anda juga akan mendapatkan buah tersebut dalam kondisi yang segar dan tidak layu,” cetusnya.

Jaminan kesegaran itu pula yang ditawarkan Zespri. Baru-baru ini, produsen asal Selandia Baru itu memperkenalkan kembali Kiwi SunGold, yakni buah kiwi berwarna kuning yang mengandung serat tinggi. Selain itu, buah kiwi dapat menjaga kadar gula darah karena memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tepat untuk menu berbuka puasa.

“Anda bisa menyajikannya dengan dibelah dua dan disekop menggunakan sendok atau bisa juga dipotong-potong. Dengan begitu, puasa anda lancar dan tubuh tetap sehat,” pungkasnya. (S-6; http://www.mediaindonesia.com/mipagi/read/12326/Maksimalkan-Manfaat-Puasa-dengan-Buah-Segar/2015/06/12)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close