Kesehatan

Waktu paparan matahari sehat

Jakarta (ANTARA News)-Ahli kesehatan mengungkap waktu terbaik terpapar sinar mentari itu jam 09.00-13.00, bukan sebelum atau sesudah waktu itu. “Setelah jam 13, Bukan pagi-pagi sekali,” ujar Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia, IPB Bogor, Hardinsyah Ridwan, dalam seminar tentang gizi di Jakarta.

Menurut Hardinsyah, 20 menit per hari terpapar sinar itu dan dilakukan 3-4x dalam seminggu dapat mencegah kekurangan vit-D, terutama pada anak2. Kekurangan vit-D berdampak pada pertumbuhan tulang terutama pada masa kanak-kanak.

Di samping itu, kekurangan vitamin dikaitkan dengan munculnya penyakit2 seperti osteoporosis dan riketsia (pertumbuhan tulang dalam bentuk abnormal). Hardinsyah mengatakan, sinar matahari salah satu sumber vit-D dibutuhkan tubuh, di samping asupan makanan : Ikan salmon, sarden, dan sayuran.

“Di samping makanan, butuh sinar matahari,” tutup Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (PERGIZI) itu. (Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa; Editor: Jafar M Sidik; http://www.antaranews.com/berita/486444/sinar-matahari-yang-sehat-itu-ternyata-bukan-pagi-pagi?utm_source=related_news&utm_medium=related&utm_campaign=news)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close