Iptek dan Lingk. Hidup

Mangrove mengurangi emisi gas rumah kaca

HUTAN ialah salah satu habitat yang jadi pusat perhatian agar tetap dijaga lestari. Padahal, selain itu, ada habitat lain yang juga harus diperlakukan serupa, yaitu mangrove. Indonesia merupakan negara dengan wilayah mangrove terluas di dunia. Jumlahnya lebih dari 2,9 juta hektare.

Berdasarkan penelitian, mangrove Indonesia menyimpan 3,14 miliar metrik ton karbon. Itu setara dengan sepertiga karbon yang tersedia dalam ekosistem pesisir bumi.

“Deforestasi mangrove juga cepat, 52 ribu hektare per tahun. Hilangnya mangrove bisa menyumbang 20% emisi akibat penggunaan lahan di Indonesia. Dengan melindungi mangrove, Indonesia bisa mencapai seperempat dari 26% target nasional reduksi emisi gas rumah kaca pada 2020. Kami berharap angka ini membantu para pengambil keputusan untuk memandang pentingnya keberlanjutan mangrove sebagai solusi potensial perubahan iklim,” ujar Peneliti Utama CIFOR Daniel Murdiyarso.

Lalu mengapa mangrove juga dirusak dengan cepat? Jawabannya pembangunan akuakultur.
Konservasi mangrove untuk tambak udang menjadi bisnis besar. Murdiyarso mengatakan jika menimbang dalam konteks keuangan memang seperti timbal balik yang adil.

Pada 2013 ekspor udang memberi pemasukan bagi Indonesia sebesar US$1,5 miliar AS.

“Mangrove sangat penting untuk melindungi zona pesisir dari terjangan badai dan tempat berkembang biak ikan. Itu juga sebagai penyerap karbon. Jasa ini belum dihitung,” tukasnya.

Temuan terbaru ini bertepatan dengan saat Indonesia memberi perhatian pada perundingan perubahan iklim PBB di Paris, Desember 2015. (http://www.mediaindonesia.com/mipagi/read/13967/Mangrove-Bisa-Kurangi-Emisi-Gas-Rumah-Kaca/2015/08/02)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close