Aku cinta IndonesiaIptek dan Lingk. Hidup

Menkominfo ingin mensubsidi tarif internet

Jakarta, CNN Indonesia — Dana universal service obligation (USO) rencananya akan digunakan oleh Menkominfo Rudiantara mensubsidi tarif internet, khususnya bagi operator yang menggelar di kawasan Indonesia Timur agar tak lebih mahal dari wilayah lainnya.

“Dalam jangka menengah, kita akan me-review dana USO untuk internet ini. Bentuk mekanismenya pemberiannya bagaimana masih dibahas, apakah diberikan langsung ke operator atau melalui transmisi,” kata Rudiantara, saat ditemui di Gedung Indosat, Rabu (29/7) malam.

Pemberian subsidi dari dana USO secara langsung ke operator bisa saja dilakukan, tujuannya agar tidak ada gap tarif internet terlalu tinggi. Dia bilang, “Kita ingin semua wilayah tidak terlalu tinggi (gap-nya). Kenapa ada gap, karena struktur biaya berbeda. Pemerintah akan masuk lewat dana USO.”

Alternatif lain, skema subsidi dana USO bisa diberikan melalui transmisi dengan menyediakan backbone via Palapa Ring yang rencananya akan selesai pada tahun 2018 mendatang.

Sekedar diketahui, USO, yang juga dikenal sebagai dana Kewajiban Pelayanan Umum (KPU), dikontribusi oleh pelaku bisnis telekomunikasi yang menyumbang sebesar 1,25 persen dari pendapatan usaha. Dana ini disetor kepada pemerintah di setiap kuartal.

Saat Tifatul Sembiring menjabat sebagai Menkominfo, ia memanfaatkan dana USO untuk membiayai proyek Penyedia Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobile PLIK.
Dalam perjalanannya, proyek PLIK dan Mobile PLIK dinilai bermasalah sehingga dibentuk Panitia Kerja (Panja) Program PLIK dan Mobile PLIK. Panja berpendapat proyek ini bisa disebut gagal karena banyak penyalahgunaan. Alat yang dibeli juga banyak yang tak sesuai spesifikasi.

Padahal dana USO yang terpakai adalah Rp 900 miliar sementara hingga awal 2014 lalu dana yang terkumpul telah mencapai Rp 5 triliun.

Soal penetapan tarif per zona yang dilakukan operator saat ini, sambil menunggu rencana pembahasan tarif internet tahun 2016 mendatang, Rudiantara berpendapat sah saja sebagai bagian wewenang operator dan dia hanya meminta untuk ditinjau ulang agar gap tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, Telkomsel tengah melakukan kajian untuk memperkecil disparitas tarif layanan data di seluruh kawasan di Indonesia agar tetap terjangkau oleh masyarakat, namun di sisi lain juga tetap menjaga keberlangsungan usaha Telkomsel sebagai entitas bisnis.

“Penggelaran jaringan Telkomsel ke berbagai daerah di Indonesia memiliki besaran biaya yang berbeda-beda, akibat dari berbedanya tingkat kesulitan dan komponen biaya lainnya yang dibutuhkan untuk menggelar infrastruktur jaringan di suatu lokasi.

Berdasarkan hal ini, maka Telkomsel menerapkan pembagian tarif data berdasarkan zona sesuai dengan besaran biaya yang dibutuhkan untuk penggelaran jaringan di suatu lokasi,” kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah.

Telkomsel pun mengupayakan berbagai opsi kerjasama dengan Telkom Group selaku induk usaha, diantaranya dalam memberikan layanan WiFi dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat khususnya di kawasan Indonesia Timur, sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati layanan data. (Tyo; http://m.cnnindonesia.com/teknologi/20150730081128-213-69003/menkominfo-ingin-dana-uso-untuk-subsidi-tarif-internet/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close