Wisata dan Kuliner

Pulau Lombok punya ayam Rarang

MATARAM, KOMPAS.com – Selain Ayam Taliwang, Lombok punya Ayam Rarang sebagai satu menu yang tidak boleh dilewatkan untuk dicicipi. Nama Rarang merupakan nama desa di Kab-Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sanalah menu Ayam Rarang pertama kali dikenalkan oleh Inaq Delah.

“Nenek saya dulu buat ayam plecingan ini. Sudah begitu karena kita dari Desa Rarang makanya dinamakan Ayam Rarang,” kata Baiq Sri Mulyani, pemilik warung ayam Rarang III di Mataram. Sekilas, tampilan Ayam Rarang tampak pedas karena berlumur bumbu sambal dan ditaburi cabai rawit.

 

Namun setelah dicicipi, rasa Ayam Rarang tidak sepedas penampilannya. Berbeda dengan ayam Taliwang, menu Ayam Rarang memiliki bumbu lebih banyak. Bumbu sambal yang digunakan dalam Ayam Rarang, telah dimasak dan digoreng terlebih dahulu.

Selain itu, ayam yang digunakan selalu ayam kampung. Itulah yang membuat rasa Ayam Rarang berbeda dengan ayam plecingan pada umumnya. Cukup membayar Rp 32.000, kita bisa menikmati satu porsi Ayam Rarang lengkap bersama nasi, ayam kampung goreng, sayur bening, dan mentimun.

Selain diminati warga setempat, menu ayam Rarang diburu wisatawan lokal dan mancanegara. “Bule2 banyak yang ke sini makan,” kata Baiq Sri. Resep Ayam Rarang diwariskan turun-temurun. Menu Ayam Rarang bisa dinikmati di warung2 makan Ayam Rarang di sepanjang jalan di Desa Rarang, Lombok Timur.

Namun jika tidak sempat mampir ke Lombok Timur, Ayam Rarang bisa dinikmati di Mataram. Salah satunya di warung Ayam Rarang III di sekitar Jalan Langgko, Mataram. Lokasinya persis di pinggir aliran sungai Jangkuk, memberi suasana beda saat menikmati menu khas satu ini. (Karnia Septia; Ni Luh Made Pertiwi F; http://travel.kompas.com/read/2015/10/19/184700327/Selain.Ayam.Taliwang.Lombok.Punya.Ayam.Rarang.)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close