Islam

Inspiratif-Kebahagiaan itu bukan uang

Seorang Boss pemilik Bank yg kaya raya, suatu kali diajak temannya ke Panti Asuhan. Setelah acara selesai, hati sang Bankir bergumam : “Kamu bohong, katanya kalau aku main kesini, hati pasti bahagia.”
Dengan langkah lesu, ia kembali ke mobil nya. Tiba2 anak perempuan kecil menghampirinya : “Om mau pulang? Om boleh tidak aku minta sesuatu?”

Bankir tersenyum, ia seorang kaya raya, apa yg tidak bisa dibelinya, apalagi untuk anak kecil ini. “Memangnya kamu mau minta apa?” Tanya sang Bankir.
“Om, aku pengen panggil papa ke Om, boleh kan?”
Bankir kaget, tenggorokan nya  tersumbat, bukan boneka ato uang yg diminta, hanya sebutan PAPA.
Tanpa terasa hatinya bergetar : “Boleh, kamu boleh panggil papa ke Om,” kata sang Bankir.

“Makasiiih papa, kapan papa datang lagi?
Aku boleh minta 1  lagi gak ke papa?”
“Aku minta, kalo papa datang lagi kesini, bawa foto papa ya. Aku mau simpan di kamar, jadi kalo aku kangen sama papa, aku bisa lihat foto papa.”

Dengan berlinang air mata, Bankir itu segera memeluk anak itu, “Besok papa datang lagi bawa foto dan papa akan sering datang ke sini untuk ketemu kamu.”
Hati sang Bankir sangat bahagia, ia bahagia sekarang.

Ternyata BAHAGIA itu bukan saat kita memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa “MENGASIHI” dan “MEMBERI” apa yg kita miliki untuk orang lain, meski itu hanya sebuah ungkapan KASIH…!!!  Bukan untuk menyakiti orang lain, karena kekayaan hanya bersifat sementara, “KEBAHAGIAAN” tidak bisa dibeli dengan UANG. LOVE IS BEAUTIFUL. (M. Burhanudin-72; dari grup WA sebelah)-FR

———-

 

Sajian IBO lainnya :

  1. Tanam Kebaikan Sebelum Kematian
  2. Kutipan tulisan Alm KH E.Z. MUTTAQIEN, Anak2ku
  3. Saya tak mau berpisah dengan harta saya

——————-

 

  1. Tanam Kebaikan Sebelum KematianSuatu ketika Ibnu Mas’ud RA memberikan wasiat kepada manusia,
    إِنَّكُمْ فِي مَمَرِّ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ فِي آجَالٍ مَنْقُوصَةٍ ، وَأَعْمَالٍ مَحْفُوظَةٍ ، وَالْمَوْتُ يَأْتِي بَغْتَةً ، مَنْ زَرَعَ خَيْرًا فَيُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ رَغْبَةً ، وَمَنْ زَرَعَ شَرًّا فَيُوشِكُ أَنْ يَحْصُدَ نَدَامَةً ، لِكُلِّ زَارِعٍ مِثْلَ مَا زَرَعَ
    “Kalian berada di tengah perjalanan malam dan siang, dalam usia yang selalu berkurang, dengan amal yang senantiasa diawasi. Sedangkan MAUT senantiasa DATANG dengan TIBA-TIBA.

    Siapa menanam kebaikan, niscaya ia menuai kebahagiaan. Dan siapa menanam kejelekan, niscaya ia menuai penyesalan. Tiap orang yang menanam akan menuai hasil sesuai yang ia tanam.” (Siyaru A’lamin-Nubalaa’, 1/497)

    Duhai manusia sang pengembara, ajalmu tak sepanjang angan dan cita – citamu. Perjalanan dunia terlalu pendek untuk mempersiapkan perjalanan nan panjang. Tanam sekarang, kau tuai nanti. Tanam kebaikan sebelum kematian, kau tuai kebaikan diatas kebaikan. Jangan sampai menyesal nanti

Bude Koesh-72; dari grup WA sebelah)-FR

————-

 

  1. Kutipan tulisan Alm KH E.Z. MUTTAQIEN, Untuk Anak2ku
    (Rektor Unisba yang pertama.)
    “ANAK-2 KU ” …
    Ada kehawatiran besar setiap orang tua.
    disaat tua, disaat daya melemah, disaat anak2 semakin sibuk.?KESENJANGAN.
    Diawali dari merenggangnya komunikasi, terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh,
    Dan … sulitnya saling memahami, yg mungkin sekarang belum terbayang oleh kalian semua?
    tapi itu akan terjadi.

    KELAK, pada saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata. Mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami. Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.
    “Akan adakah anak2 tercinta menggumamkan Kalimat TALKIN mengiringi perjalanan kami pulang keharibaanNya saat syakaratul maut” ?

    SAAT INI kami sangat ingin komunikasi kita berjalan mesra…, ramah.., penuh .. penuh rindu….
    Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling faham.

    MEMANG kebersamaan kita hanya sebentar. Hanya 20 tahunan,
    Sisanya kalian akan bersama pasangan kalian sampai akhir hayat kalian. Rasanya sangat sebentar,
    belum cukup kita berbagi rasa diwaktu 20 tahunan itu.

    Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.

    ANAKKU.
    Jaga Sholat kalian, Jaga Shodaqoh kalian, Selalu Berbuat Baik,
    Jangan pernah letih untuk mendekatkan diri kpd ALLAH.
    Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak.
    Kami TITIPKAN masa depan Akhirat kami kpd Akhlaq Mulia kalian. (M. burhanudin-72; dari grup WA sebelah)-FR

————–

 

c.Saya tak mau berpisah dengan harta saya
Haji Usman, sebutlah begitu namanya. Mungkin ortunya dulu berdo’a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan RA. Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini dikenal kedermawanannya, seakan harta begitu tak berharga baginya. Seakan dunia begitu hina di matanya.

Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan. Inilah sosok nyata orang yang dunia di tangannya dan akhirat di hatinya. Beberapa orang pengusaha muda yang bersemangat mendatangi beliau.

“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “Bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan…hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan.”
“Wah,” sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”
“Lho?”…

“Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya.”
“Lho?”..
“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, Sampai-sampai saya tidak rela meninggalkan harta saya di dunia ini.
Saya itu tidak mau berpisah dengan kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu. TITIP pada Masjid, TITIP pada anak yatim, TITIP pada madrasah, TITIP pada pesantren, TITIP pada pejuang fii sabilillah. Alhamdulillah ada yang berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Pokoknya di Akhirat nanti mau saya ambil lagi. Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat.”
“Lah… ”
Siapa bilang harta tdk dibawa mati? Harta itu dibawa mati. Caranya, minta tolong dibawakan anak yatim, fakir miskin dll. (Mahmur S-72; Dikutip dari buku Lapis2 Keberkahan, Salim A  Fillah Hal. 227-228)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close