Selingan

Tanaman di sekitar kita yang berbahaya-Daun singkong

Banyak tanaman di sekitar kita berbahaya, karena berbagai sebab, seperti beracun, berduri, dsb. Namun tidak perlu kita antipati, apalagi memusnahkan. Siapa tahu di balik bahayanya terkandung manfaat yang jauh lebih besar. Hanya saja kita memang perlu berhati-hati. Terutama jauhkan dari jangkauan anak kecil, apalagi sampai dipegang atau dimakan

Daun singkong rasanya gurih, ini karena kandungan protein yang tinggi, setara daging (utuk berat yang sama). Jadi kalau anda mau hemat, makan daun singkong saja sebagai pengganti daging, dan lebih sehat lagi. Dimasak apapun enak : digudheg, digulai (ditambah teri kering, atau ebi), di tumis, direbus begitu saja lalu dicocol ke sambel sudah enak. Dikombinasikan dengan daun lainnya juga nikmat.

Anda bisa menanam pohon singkong di halaman rumah, atau di pot, akan tumbuh baik. Kemudian rajin dipotong atau dipangkas atau dipetik pucuknya, maka akan tumbuh cabang yang makin lama makin banyak, sehingga bisa sering memasak daun singkong nan sehat dan bergizi tadi. Sekaligus menghemat uang belanja.

Tapi perlu hati2 sebab ada daun singkong beracun. Bahkan pernah ada sapi sampai mati gara2 memakan daung singkong. Kok bisa ya ? Daun singkong secara umum, mengandung racun yang disebut asam sianida yang rumus kimianya HCN. Tapi kandungannya relatif kecil dan tidak berbahaya bagi manusia.

Bagaimana menghilangkan racunnya? Sangat mudah, yaitu dengan merebusnya dengan air. Kalau dimasak dengan air maka racun akan hilang. Di kampung saya sana, kalau orang memasak daun seingkong, pertama daun singkong direbus, kemudian dibuang air rebusannya, lalu dicuci, baru dimasak dibumbui. Nah, cara ini lebih aman dari racun daun singkong.

Sekalipun ada cara mengamankan racunnya, perlu hati2, sebab ada daun singkong yang kandungan racunnya tinggi. Kalau dimakan bisa membuat kepala pusing, muntah-muntah, pingsan atau bahkan mungkin bisa meninggal. Kalau daunnya dimasak, saya tidak yakin apa racunnya bisa hilang semua. Maka tidak ada salahnya kita menghindari daun singkong yang kandungan racunnya tinggi ini.

Ciri daun singkong yang kandungan racunnya tinggi, warna daun hijau sangat tua (jika singkong masih dalam pohon) dan kadar air dalam singkong tinggi, alias kandungan tepungnya di singkong sedikit. Singkongnya kalau direbus tidak ‘mempur’ alias tidak mudah lembek, tetapi tetap ‘keras’ seperti kita makan buah jambu atau bengkoang. Kres kres, begitu. Rasa singkong dan daunnya agak pahit banyak.

Jadi kalau ketemu daun singkong seperti dengan ciri seperti itu sebaiknya hindari saja. Kalau ketemu daun singkong rasanya agak pahit, berhati-hati juga. Coba sedikit, membikin pusing atau tidak. Kalau membikin pusing sebaiknya jangan dimakan, atau makan sedikit saja. Anak kecil jelas jangan boleh memakannya. Selamat menikmati masakan daun singkong dengan aman. (Widartoks 2015)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close