Iptek dan Lingk. Hidup

Rangka atap baja ringan dibanding atap kayu

JAKARTA-Penggunaan rangka atap baja ringan kini makin banyak, namun rangka atap kayu tidak bisa dipungkiri masih jadi pilihan sebagian besar orang. Manakah yang lebih baik? Berikut ulasannya yang dikutip dari laman panellantai.info.

 

Ketika mempertimbangkan rangka baja ringan atau rangka kayu, rangka kayu umumnya lebih mahal. Namun kayu lebih tahan api dari balok baja yang tidak dilindungi, karena kayu tidak terbakar hingga mencapai lebih dari 250 derajat.

 

Setelah terbakar, berkembang lapisan pelindung. Contrastingly, kekuatan baja melemah pada suhu lebih dari 230® dan kehilangan sebagian besar kekuatannya di lebih 750®, dan yang pasti terjadi kebakaran rumah terbakar dari 700®-1000®. Atap kayu cenderung lebih mudah terbakar karena interior kayu tetap dingin dari baja terlindungi.

 

Kayu dapat melengkung, menyebabkan atap mudah rusak atau bahkan runtuh dari waktu ke waktu. Selain itu, kayu dapat membusuk atau menjadi penuh dengan hama jika tidak dipelihara dan dirawat dengan baik, apalagi dengan kondisi cuaca yang buruk.

 

Sedangkan untuk rangka atap baja ringan, memiliki sejumlah manfaat seperti baja ringan lebih mudah didapatkan daripada rangka kayu, dan dapat diproduksi dengan standar yang tepat. Rangka ini juga lebih ringan, bahan ini juga tahan api dan kompatibel dengan semua jenis sistem atap.

 

Memilih jenis yang tepat dari atap tergantung model atap dan kondisi di lokasi. Di iklim lembab, atap kayu pilihan tepat. Di lokasi komersial rangka baja dapat memberikan lebih banyak dukungan. (rzk; Fhirlian Rizqi Utama ; http://economy.okezone.com/read/2016/05/15/470/1388978/terpopuler-rangka-atap-baja-ringan-vs-rangka-atap-kayu)-FatchurR

———-

 

Sajian pengetahuan propewetti lainnya : Rumah mungil sehat dan estetis

Pertanyaan: Kami memiliki tanah +/- 84m2 dengan panjang 14 m dan lebar 6 m. Kondisi lahan berupa tanah kosong. Yang kami inginkan sebuah rumah seluas 60 m2 dengan 2 kamar. Apakah bisa dibantu merencanakan konsepnya agar kami bisa membayangkan jadinya rumah kami nanti? Kami menyukai gaya arsitektur modern. (David)

 

Jawaban:

Rumah mungil sehat dan estetisHAI mas David. Untuk lahan sempit perlu analisis dan perancangan arsitektur matang. Sering masyarakat berpikir pada fungsi dan ruang yang dibutuhkan, tapi tidak mengindahkan faktor kesehatan dan estetika. Di sini, saya mencoba merancang berdasarkan kebutuhan dengan diselipi berbagai elemen pemanis.

 

Panjang lahan di 14 meter, saya kurangi terlebih dahulu area untuk carport 5 meter sehingga daerah tapak yang bisa dibangun ialah 9 m x 6 m. Walau kita bisa memaksimalkan tapak itu dengan bangunan, saya lebih memilih rumah ini tetap memiliki jeda ruang dengan tetangga.

 

Alasan utamanya agar kita gunakan jeda ruang itu sebagai area sirkulasi udara dan memaksimalkan pencahayaan di sekeliling rumah. Dengan luasan yang tidak besar, peran ruang tamu dihilangkan. Sebagai gantinya ruang makan beserta dapur. Menurut saya, langkah ini lumayan efektif mengakali keterbatasan ruang.

 

Untuk menerima tamu yang kurang dikenal, bisa gunakan teras, sedang untuk menjamu yang lebih akrab bisa menggunakan ruang keluarga di lantai dua. Untuk kamar mandi sengaja dibuat terpisah dari kamar tidur agar anggota keluarga dapat mengakses toilet tanpa harus memasuki kamar.

 

Tidak lupa juga, terdapat void (lubang) yang cukup besar pada lantai ini dengan maksud penghawaan dapat terdistribusi, baik antara lantai bawah dengan atas, dan agar jalur sirkulasi lantai bawah dapat memiliki ceiling yang tinggi.

 

Elemen arsitektural Pada desain kali ini, saya menambahkan warna biru sebagai aksen elemen arsitektural. Tentu saja pemberian warna ini dapat disesuaikan dengan mood dari pemilik rumah. Pemberian detail lain ialah ‘skylight’ pada ceiling area void agar cahaya matahari dapat langsung masuk pada area di bawahnya.

 

Facade atau tampak bangunan tidak lupa diperhatikan. Pada desain ini saya berikan sentuhan modern dengan membuat pola layaknya besi perforated pada tampilan luar. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menempelkan GRC (material komposit campuran beton dan serat kaca) atau material lain yang dapat digunakan sebagai elemen penunjang.

 

Hal yang mesti diperhatikan apa pun jenis material yang digunakan, pilih satu material dominan agar konsep yang diinginkan dapat terus terjaga. (M-3; http://mediaindonesia.com/news/read/45357/tanya-arsitek-rumah-mungil-yang-sehat-dan-estetik/2016-05-15)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close