Pengalaman Anggota

Kok bisa ya? Kalau buka puasa di Medan

Tahun 2000-an Pak Johar bekerja di Jakarta. Ketika tiba bulan puasa, sebagi seorang muslim Pak Johar ya berpuasa. Waktu itu jadwal berbuka puasa di Jakarta sekitar jam 6 sore.

Pada suatu ketika, untuk beberapa hari di bulan puasa itu, Pak Johar dan kawan2 dapat tugas ke Medan untuk urusan pekerjaan kantor. Mereka ke Medan naik pesawat terbang pagi dan sampai di Medan siang hari. Di Medan mereka ketemu dengan rekan kerjanya dan langsung bekerja sesuai rencana yang telah dirancang sebelumnya.

Menjelang jam 6 sore, perut Pak Johar mulai lapar. Selain sore, capai di perjalanan, juga karena biasanya jam segitu sudah berbuka puasa. Pak Johar perhatikan teman2 dari Medan tenang2 saja, tidak ada gejala mempersiapkan buka puasa. Mengajak bicara soal buka puasa juga tidak. Pak Johar lalu teringat, Medan lebih barat dari Jakarta, jadi mungkin buka puasanya masih 15 menit lagi.

Setelah 15 menit, masih sepi saja. Tidak ada suara adzan, ah mungkin kantornya kedap suara sehingga suara adzan dari masjid tidak terdengar. Tapi teman2 Pak Johar dari Medan masih tenang2. Ah, mereka gila kerja barangkali, tidak memikirkan buka puasa, padahal mereka sebagian besar muslim. Bau kolak, kopi, teh, atau masakan juga tidak ada.

Dua puluh menit berlalu tetap saja, 30 menit juga tidak ada tanda2, sementara perut mulai menagih. empat puluh menit juga masih tenang-tenang saja. Bagaimana sih teman2 dari Medan ini? Begitu kata Pak Johar, ya dalam hati saja. Mosok waktu buka sudah lama nggak makan2 juga. Mereka benar2 gila kerja. Tapi namanya juga tamu, ya nggak berani komentar, usul atau nanya.

Katika waktu sudah berlalu 50 menit menunggu, barulah terdengar suara adzan, Pak Johar dkk lalu diajak makan di ruang lain dengan makanan dan minuman yang sudah disiapkan di sana. Pak Johar baru “ngeh”, ternyata saat berbuka puasa di Medan 50 menit lebih lambat dari Jakarta. Sementara perkiraan Pak Johar sekitar 15 menit saja.

Orang buka puasa 50 menit lebih lambat kok dikira 15 menit saja, ya pantas saja ditunggu-tunggu nggak kunjung tiba saat berbuka puasa. (Widartoks 2016; dari grup FB-MKPB Telkom)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close