Islam

Zarrah (TA 107)

Sungguh bijaknya Al Qur’an mendefinisikan sebutir zarrah adalah benda yang tidak ada yang lebih kecil dari itu (QS Yunus 10:61). Dahulu orang mengira benda paling kecil adalah biji sawi, sehingga zarrah dianggap sebagai biji sawi.

 

Kemudian orang beranggapan atom adalah benda terkecil, belakangan ternyata electron lebih kecil lagi, kini ternyata ada partikel yang disebut quark (Wikipedia) adalah partikel terkecil yang membentuk benda.

 

Pada masa kini ada lagi teori yang disebut super-string theory, masa yang kecilnya satu pangkat minus 32 mm, itu bisa bergetar dan beresonansi. Jadi, sesuai dengan ayat diatas zarrah selalu bisa didefinisikan sesuai jamannya dan tidak akan ketinggalan jaman. Itulah salah satu keajaiban Al Qur’an.

Pada jaman Nabi SAW, ada orang muslim yang berpendapat bahwa bersedekah yang sangat kecil, tidak akan mendapatkan pahala. Kemudian Allah menurunkan ayat 7 dan 8 surat Al Zazalah,
“Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. (QS Al Zalzalah 99:7-8)

Bahwa Allah Maha Teliti terdapat di banyak ayat dalam Al Qur’an. Semua kebaikan maupun kejahatan betapapun kecilnya akan mendapat balasan. Sekaligus, Allah juga maha pemurah, kejahatan sekecil dibalas sesuai dengan perbuatannya, sementara kebaikan betapapun kecilnya mendapat balasan yang berlipat.(QS An Nisa 4:40).

Jadi adakah amal yang lebih kecil dari zarrah? Mungkin sekedar senyum itu sudah jauh lebih besar dari zarrah. Wallahu a’lam bishawab. (Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close