Opini dan sukses bisnis

Kreativitas nggak jelas

Bandung memang dikenal kota yg kreatif. Maksudnya, penduduknya banyak kreatif. Kreativitas itu nampak di dunia bisnis, seperti distro, factory outlet, dan tak ketinggalan kulinernya yg beraneka ragam.

Waktu menjelang workshop kemarin, kami berdua dengan anak pertamaku menginap di hotel Rumah Tawa yg sudah kesohor di kalangan penggiat BPTg. Malam hari, sepulang ngambil pesanan CD di DU (dipati ukur) perut merasa lapar. Lalu kami mencari kuliner di sekitar hotel.

Ketemulah sebuah tempat kuliner. Nah, ini gambaran tempat itu sehingga saya membuat judul status ini. Posisioningnya adalah sebuah Cafe. Namanya “Eyang …. ” (terus terang saya lupa isi titik2 itu). Di papan namanya tertulis “Food & Drink Cafe”. Interiornya dilengkapi dengan lampion2 seperti yg biasa ditemui di Jepang atau Tiongkok. Sementara itu tempat duduknya beraneka ragam … ada meja dan bangku kayu dengan aksen alami, ada juga meja kursi kayu aksen rumahan. … pokoknya tidak seragam.

Ketika kami disodori buku menu, terbaca berbagai menu yg namanya unik2 dan rasanya belum pernah dengar sebelumnya. Misalnya, “nasi tumpang tindih rempah kambing goreng/bakar”, “nasi tumpang tindih rempah ayam goreng/bakar” … etc. Akhirnya saya pilih salah satu jenis dari nasi tumpang tindih itu plus kopi.

Dan ternyata …. menu itu adalah NASI KEBULI yang lezat sekali. Nasinya uenak, sambalnya uenak. Paling tidak sangat ngepas dengan selera saya. Tapi, suwer … sebelumnya tidak kebayang bahwa yg dimaksud nasi tumpang tindih rempah itu adalah nasi kebuli. Kopinya tidak kalah istimewa, berupa kopi dengan gula jawa (merah) yg sudah dihaluskan dan terpisah, sehingga pelanggan dapat menakar tingkat kemanisannya. Dan kopinya juga uenak.

Tetapi, ada satu fakta yg cukup menjadi tanda tanya … Cafe itu terkesan sepi pengunjung. Sepanjang waktu kami di sana … hanya kami berdua yg ada.
Lalu timbul sebuah analisa ringan, yg entah benar atau tidak … wallahu’alam.

  1. Penggagas cafe itu orangnya kreatif … iya!
    2. Dengan banyaknya ide2 kreatif yg ‘menghiasi’ cafe tersebut, tidak menggambarkan posisioning yg jelas … terlalu banyak yg ingin ditampilkan.
    3. Informasi yg muncul dari segala tampilan tadi, termasuk buku menu, tidak dapat mengungkapkan keistimewaannya, sehingga orang baru tidak punya gambaran apa saja yg dapat di temui di cafe tersebut.Coba … kalo ada tanda2 KEBULI ada di sana, tentu orang sudah siap dengan ekspetasi selera timur tengah. Padahal KEBULInya lezat sekali. [Bandung, menjelang Workshop BPTg ke-1; Akung Pras; dari grup FB-BPTg]-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close