Psikologi

Rasa sayang (TA 119)

Sifat sayang adalah salah satu sifat Allah yang juga diturunkan kepada manusia. Manusiapun walau setitik, memiliki sifat-sifat utama Allah tersebut. Sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Bukhari sebagai berikut,

“Dari Aisyah berkata: Seorang Arab Badui datang pada Nabi SAW, dengan berkata: Apakah tuan mencium anak-anak (sebagai tanda kesayangan), sedangkan kami tidak menciumnya? Maka Nabi bersabda: Bagaimana aku akan menolong engkau jika Allah akan mencabut dari hatimu sifat rahmat”.

Dalam hadits shahih yang lain, Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya sifat penyayang adalah sebagian dari sifat Allah yang Maha Rahman (penyayang). Maka Allah berfirman. Barang siapa yang menyambung engkau (sifat rahmat) maka aku akan menyambung orang itu, dan barang siapa yang memutuskan engkau (sifat rahmat), maka aku akan memutuskan diri dari orang itu.

Ada pula hadits yang sangat menegaskan, “Dari Jarir, Nabi SAW bersabda: Barang siapa tidak sayang maka tidak akan disayang”.

Cita-cita semua umat muslim adalah mendapat kasih dan sayang Allah. Menghadap-Nya kelak dengan hati yang bersih. Bila kita tidak memelihara sifat kasih dan sayang yang sudah ditanamkan di hati kita, bisa-bisa Allah akan mencabut kasih dan sayangnya juga kepada kita.

Seseorang yang menyimpan rasa benci di dalam dadanya, sesungguhnya membangun tembok yang tinggi yang menghalangi rahmat Allah .Nauzubillah min zalik. (Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close