Selingan

Wayang-Wisanggeni (9) -Cupu manik gambar jagad

Kembali ke Kerajaan Sonyapura
Para raja yang akan melamar Dewi Mustikawati yang disertai para pembantunya, kemudian pemikirannya terbagi menjadi tidak kelompok. Kelompok pertama bersikap pragmatis, mau ikut perang tanding jelas akan kalah dan mungkin malah memalukan. Jadi lebih baik tidak usah ikut sayembara perang tanding.

 

Mendingan menonton saja. Kelompok kedua, akan tetap ikut perang tanding, kapan lagi bisa bertemu lawan sekelas Wisanggeni atau Setija. Kalau merasa sudah tidak mampu melawan, ya menyerah saja. Kelompok ketiga tetap ikut perang tanding dan berusaha sekuat tenaga untuk menang. Tidak akan mudah menyerah. Siapa tahu bisa mengalahkan mereka.

Prabu Prabu Mustikadarwa sendiri menjadi bingung menghadapi banyaknya pelamar putrinya. Sebab kalau diterima yang satu, pasti yang lain akan iri. Kalau misalnya disuruh adu kesaktian atau perang tanding, akan sangat berbahaya, sebab ada dua pelamar yang mempunyai kesaktian yang tiada tara.

 

Wisanggeni mempunyai senjata api yang sangat mematikan dan menghancurkan apa saja, sementara Boma Narakasura selain sakti juga sulit mati, sebab jika dia mati dan tubuhnya terkena tanah akan hidup kembali. Kalau terjadi perkelahian, bisa jadi malah kerajaan Sonyapura bisa hancur berantakan.

Kalau perang tanding dilakukan di tengah hutan misalnya, bisa jadi hutan akan bertambah hancur. Sekarang saja hutan sudah pada hancur oleh pembalakan liar, selain itu ganti fungsi hutan menjadi perkebunan juga banyak dilakukan oleh pengusaha pemodal besar yang tidak segan menyogok pejabat agar mendapat ijin konsensi dan terlaksana keinginannya.

 

Tambang ini dan tambang itu juga mulai merusak hutan. Baik penambang kecil namun liar, penambang kecil maupun penambang besar, banyak yang membuang limbah sesukanya saja, tidak memenuhi kewajiban, mengolah limbah dan menimbun lalu menanam tanaman kembali di bekas galiannya sesuai janji sebelum mendapat ijin menambang.

Oleh karena itu akhirnya Prabu Mustikadarma memutuskan membuat sayembara namun bukan dalam bentuk perang tanding, sayembara dalam bentuk lain. Sayembara itu adalah, barang siapa yang bisa memberikan cupumanik gambar jagad, dia akan dijadikan menantu.

Cupumanik itu kalau jaman sekarang merupakan “gadget” atau “alat genggam” yang sangat canggih, dengan alat itu orang bisa berkomunikasi dengan siapapun di manapun.

 

Kemudian dengannya orang bisa melihat isi samudra, melihat bintang di galaksi nun jauh di sana, melihat orang di segala penjuru dunia, karena terhubung dengan CCTV (“closed circuti television”) di seluruh bumi, bahkan seluruh jagad raya, malah juga alam kadewatan, alamnya para dewa.

Karena di jaman wayang alat itu sangatlah langka, maka Wisanggeni berkesimpulan yang tahu seluk dan beluk cupumanik ini pasti Sang Hyang Wenang. Maka berangkatlah dia ke kayangan tempat tinggal Sang Hyang Wenang yang bernama Kayangan Alang-Alang Kumitir. Ternyata benar, cupumanik itu justru milik Sang Hyang Wenang, maka kemudian dipinjam untuk memenuhi permintaan Prabu Mustikadarwa.

Prabu Kresna juga dimintai putranya, Boma Narakasura mencari cupumanik. Namun Kresna jadi serba salah. Di satu sisi yang memintanya adalah anak kandungnya sendiri. Di sisi lain, Wisanggeni adalah putra Arjuna yang merupakan iparnya. Arjuna juga seperti dirinya merupakan titisan Dewa Wisnu. Ibarat sekeping uang, Wisnu menitis di sisi yang satu di Arjuna dan juga menitis di sisi lain sebagai Kresna.

Selain itu, Kresna menganggap Wisanggeni sudah lebih dulu kenal Sang Hyang Wenang, bahkan Sang Hyang Wenang yang membantu Wisanggeni keluar dari kawah candradimuka sewaktu masih bayi dan kemudian memberikan kesaktian tiada tara.

 

Maka dengan pertimbangan itu, Kresna segan untuk meminta cupumanik kepada Sang Hyang Wenang. Kresna justru menasehati Boma Narakasura alias Sitija, bahwa Dewi Mustikawati bukan jodohnya. Di luar dugaan Setija bisa menerima arahan ayahnya. Maka legalah hati Kresna.

Maka kemudian Wisanggeni menikah dengan Dewi Mustikawati dengan pesta besar-besaran di Kerajaan Sonyapura. Bbersambung Jum’at depan/ ………….. (Widartoks 2016; dari grup FB-MKPB Telkom)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close