Pengalaman Anggota

Kok bisa ya? Kikil Obat

Pak Johar sakit sendi lututnya, bahasa medisnya Osteoartritis. Kalau bahasa mudahnya, pelumas di lutut berkurang. Jadi kalau berjalan kadang terasa sakit. Oleh dokter diberi obat, berupa vitamin setiap hari satu biji. Jadi tiap bulan Pak Johar mengambil obat di Poliklinik 30 butir, jatah sebulan.

Selain makan obat, Pak Johar juga tanya sana sini makanan apa yang bisa mempercepat penyembuhan. Ada yang bilang kolang-kaling. Ada yang bilang kulit udang, nah, ini masuk akal, namun belum sempat dicoba sebab mendapat udang kecil-kecil yang baru tanpa formalin tidaklah mudah.

 

Maklum rumahnya di pedalaman, jauh dari laut. Ada yang menyarankan makan kikil. Katanya dia sudah pernah sakit seperti itu dan sembuh sesudah makan kikil beberapa kali. Wah, ini obat yang menarik, kata Pak Johar dalam hati. “Lha wong” enak dan memang itu salah satu makanan kesukaan Pak Johar.

Maka kadang seminggu sekali Pak Johar beli kikil matang di rumah makan Padang. Beberapa kali membeli, lalu terpikir, mengapa tidak masak sendiri saja bukankah mudah? Ya benar. Maka Pak Johar merencanakannya. Hari Rabu berikutnya, setelah olah raga pagi, akan mampir ke pasar.

 

Membeli kikil sapi sekilo atau dua kilo. Kemudian membeli bumbu ke penjual bumbu langganan istrinya, tinggal bilang mau beli bumbu untuk kikil sekilo atau dua kilo, penjualnya sudah tahu. Lalu ke tukang kelapa, beli kelapa sebutir atau dua butir dan langsung diparut dan diperas. Selesai.

 

Sampai rumah, tinggal mencuci kikil lalu merebus dan menambah bumbu dan santan tadi. Tidak perlu bumbu lainnya. Tiga jam berikutnya kikil matang. Beres. Begitu pikiran Pak Johar. Hal ini tidak perlu dibicarakan dengan Bu Johar, biarlah semua dilakukan oleh Pak Johar sendiri. Mudah saja kok.

Ternyata hari Selasa, sehari sebelum Pak Johar ber-OR dan berbelanja kikil ke pasar, Bu Johar ke pasar untuk berbelanja, membeli kikil plus bumbunya sesuai yang direncanakan Pak Johar tadi. Alhasil, siang harinya, kikil obat nan enak telah tersedia, tanpa Pak Johar berbelanja. Ini pucuk dicinta ulampun tiba. KBY. Kok bisa ya ? (Widartoks 2016; dari grup FB-MKPB Telkom)-FR

Pak Johar sakit sendi lututnya, bahasa medisnya Osteoartritis. Kalau bahasa mudahnya, pelumas di lutut berkurang. Jadi kalau berjalan kadang terasa sakit. Oleh dokter diberi obat, berupa vitamin setiap hari satu biji. Jadi tiap bulan Pak Johar mengambil obat di Poliklinik 30 butir, jatah sebulan.

Selain makan obat, Pak Johar juga tanya sana sini makanan apa yang bisa mempercepat penyembuhan. Ada yang bilang kolang-kaling. Ada yang bilang kulit udang, nah, ini masuk akal, namun belum sempat dicoba sebab mendapat udang kecil-kecil yang baru tanpa formalin tidaklah mudah.

 

Maklum rumahnya di pedalaman, jauh dari laut. Ada yang menyarankan makan kikil. Katanya dia sudah pernah sakit seperti itu dan sembuh sesudah makan kikil beberapa kali. Wah, ini obat yang menarik, kata Pak Johar dalam hati. “Lha wong” enak dan memang itu salah satu makanan kesukaan Pak Johar.

Maka kadang seminggu sekali Pak Johar beli kikil matang di rumah makan Padang. Beberapa kali membeli, lalu terpikir, mengapa tidak masak sendiri saja bukankah mudah? Ya benar. Maka Pak Johar merencanakannya. Hari Rabu berikutnya, setelah olah raga pagi, akan mampir ke pasar.

 

Membeli kikil sapi sekilo atau dua kilo. Kemudian membeli bumbu ke penjual bumbu langganan istrinya, tinggal bilang mau beli bumbu untuk kikil sekilo atau dua kilo, penjualnya sudah tahu. Lalu ke tukang kelapa, beli kelapa sebutir atau dua butir dan langsung diparut dan diperas. Selesai.

 

Sampai rumah, tinggal mencuci kikil lalu merebus dan menambah bumbu dan santan tadi. Tidak perlu bumbu lainnya. Tiga jam berikutnya kikil matang. Beres. Begitu pikiran Pak Johar. Hal ini tidak perlu dibicarakan dengan Bu Johar, biarlah semua dilakukan oleh Pak Johar sendiri. Mudah saja kok.

Ternyata hari Selasa, sehari sebelum Pak Johar ber-OR dan berbelanja kikil ke pasar, Bu Johar ke pasar untuk berbelanja, membeli kikil plus bumbunya sesuai yang direncanakan Pak Johar tadi. Alhasil, siang harinya, kikil obat nan enak telah tersedia, tanpa Pak Johar berbelanja. Ini pucuk dicinta ulampun tiba. KBY. Kok bisa ya ? (Widartoks 2016; dari grup FB-MKPB Telkom)-FR

Catatan : Terutama boeat sahabat pensiunan, ber hati2lah mengonsumsi asupan berlemak (bersumber dari hewan); dikhawatirkan menciptaakan masalaah baru bagi kesehatan anada (Redaktur)

 

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close