Islam

Sabar (TA 151)

Bill Gate, Steve Jobs, Thomas Alfa Edison dan penemu2 lain tidak diragukan dalam konteks keilmuan adalah orang2 sabar. Derajat mereka yang tinggi saat ini buah dari kesabaran yang mereka lakukan. Mereka pernah mengalami ratusan atau ribuan kali kegagalan, namun tetap sabar dan tidak mundur.

Sabar bukan berarti alon2 atau ber-lambat2, lagi pula alon2 belum tentu sabar. Penggalan dari ayat ke 3 surat Al Ashar (QS 103:3) secara jelas menyebutkan hadiah terhindar dari kerugian bagi orang yang bisa sabar, “ …… serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”.

Orang2 sabar, derajatnya berlipat lebih tinggi dari orang biasa, tertulis di firman Allah surat Al Anfaal, “… Jika ada 20 orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan 200 orang musuh. Dan jika ada 100 orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan 1000 dari orang2 kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”. (QS. 8:65)

Sabar adalah senjata orang yang dalam musibah, bahkan memohon pertolongan kepada Allah-pun dengan sabar. (Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

———-

 

Tambahan IBO lainnya : Menjadi Pribadi yang Bijaksana.
(Oleh : Aa Gym)-Ciri ketakwaan seseorang kepada Allah adalah sifat bijak dalam kehidupannya. (Qs.Al-Hujuraat ayat 13). “Semua manusia Kami ciptakan seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami jadikan kamu ber-bangsa2 dan ber-suku2 supaya kamu saling mengenal. Se-mulia kamu di sisi Allah ialah yang lebih taqwa di antara kamu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti”.

 

Ciri orang bertaqwa adalah dia merupakan orang yang bijaksana. Pertanyaan pertama ketika kita bercermin adalah apakan diri ini sudah bijak, jika jawabannya belum maka jadikanlah hal ini sebagai sebuah cita-cita.
Jika ada yang mengatakan rindu pemimpin bijak, jika kita mengatakan bangsa ini krisis keteladanan, maka jangan cari teladan karena susah ditemukan, untuk itu yang termudah menjadikan kita sebagai tauladan paling tidak untuk keluarga.

 

Jangan menuntut dapat presiden bijak karena akan susah didapat, karena itu yang dapat dilakukan  menuntut diri kita sendiri. Orang bijaksana itu suatu keindahan, misal ketika menjadi guru yang bijak biasanya disukai murid2nya. Pemimpin bijak biasanya ia disegani kawan-lawan, jika orang tua bijak maka akan dicintai anak2nya.
Pada dasarnya kebijakan ini tidak susah untuk dimiliki. “Serulah ke jalan (agama) Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah dengan cara se-baik2nya, Tuhanmu Dialah yang lebih tahu orang2 sesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui orang2 yang mendapat petunjuk”.
Sumber kearifan dan kebijaksanaan dapat datang dari :
1-Sikap hidupnya yang siddiq yaitu yang menyukai kebenaran, sekuat tenaga hidupnya berusaha berbuat benar dan selalu ingin membuat orang jadi benar, semangat didalam hati akan cinta kebenaran, istiqomah dalam kebenaran dan ingin orang bersikap yang benar maka hal itu membuat orang jadi bijak
2-Sikap hidup yang amanah, rasa tanggung jawab karena hidup yang hanya sekali dan ingin mempertanggung jawabkan hidup ini baik sebagai anak, ayah, orang tua, anggota masyarakat, sikap amanah ini timbul dari dalam jiwa kita.
3-Sikap hidup Fathonah, berwawasan luas, berilmu luas jadi begitu banyak pilihan sikap yang merupakan buah dari kecerdasan.

4-Sikap hidup yang Tabligh adalah dapat menyampaikan sesuatu dengan baik kebenaran. Sehingga menyebabkan mendapatkan sesuatu yang diinginkan tanpa merusak tatanan yang ada.

Bagaimana cara menjadi orang yang bijak
1-Tidak Emosional, berarti orang yang temperamental, mudah marah, me-ledak2, gampang tersinggung, sulit bijak dan hanya dapat menjadi bijak dengan pertolongan Allah dan kegigihan usaha untuk berubah, jadi orang yang bijak adalah orang yang terampil mengendalikan diri.

 

Ber-hati2lah jika kita termasuk orang mudah marah maka jika bertindak cenderung ter-gesa2. Orang2 yang emosional tersinggung sedikit akan sibuk membela diri dan membalas menyerang, ini tidak bijaksana karena yang dicari adalah kemenangan pribadi bukan kebenaran itu sendiri.
2-Tidak egois, orang egois jelas tidak dapat jadi bijak, karena bijak itu pada dasarnya ingin kemaslahatan bersama, orang egois menginginkan kebaikan untuk dirinya. Rasul selalu hidup dalam pengorbanan, begitu pula Indonesia merdeka oleh pejuang penuh pengorbanan. Orang bijak adalah yang mau berkorban untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya.
3-Suka cinta dan rindu nasihat. Sangat bodoh jika kita masuk hutan tanpa bertanya ke orang yang tahu hutan. Jika kita di beri nasihat seharusnya kita berterima kasih. Jika kita tersinggung karena di sebut bodoh maka seharusnya kita tersinggung jika disebut pintar karena itu tidak benar.

 

Jika kita alergi kritik, saran, nasehat atau koreksi maka kita tidak akan bisa jadi orang yang bijak. Jika seorang pemimpin alergi terhadap saran atau nasehat, bahkan memusuhi orang yang mengkritik, maka dia tidak akan pernah bisa memimpin dengan baik.

  1. Kasih sayang terhadap sesama, Rasa sayang diharapkan tetap berpijak pada rambu2 yang ada seperti ketegasan. Diriwayatkan orang yang dinasehati oleh Rasul secara bijak berbalik jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Orang2 yang bijak akan sayang terhadap sesama.

 

Berbeda dengan orang2 yang hidup penuh kebencian. Kepuasan bathinnya menghancurkan orang lain. Pemimpin sebaiknya kasih sayang yang berlimpah tidak hanya waktu kampanye saja. Kasih sayangnya tidak hanya untuk satu pihak atau kelompok melainkan merata untuk semua golongan.
5-Selalu berupaya membangun, Orang bijak tidak hanyut masa lalu yang membuat lumpuh tapi menatap ke depan memperbaiki segalanya. Orang bijak membangkitkan semangat orang lemah, menerangi  yang gelap. Jika melihat orang berdosa, maka ia bersemangat mengajak orang itu untuk bertaubat.

 

Orang yang bijak ingin membuat orang maju dan sangat tidak menyukai kehancuran dan kelumpuhan kecuali bagi kebathilan. Semangat orang yang bijak adalah semangat untuk maju tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi orang lain disekitarnya.

Jadi yang dibutuhkan seorang pemimpin bijak, pribadi tidak emosional, tidak egois, kasih sayang, cinta nasihat dan bersemangat terus membangun dirinya, umat dan bangsa. Dia tidak peduli walau dibalik kebangkitan yang ada dia mungkin akan tenggelam.

 

Pemimpin bijak tidak peduli popularitas dan tak peduli pujian karena kuncinya ketulusan dan tidak mengharap apapun dari yang di lakukan. Tidak akan bisa bijak jika kita mengharap sesuatu dari yang kita lakukan. Kita menikmati sikap bijak jika kita bisa memberi sesuatu dari rejeki kita, bukan berharap sesuatu dari yang kita kerjakan.  (Sunarto SA; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close