Psikologi

Menolong diri dan Rahasia kehidupan

Saat kita memberi, Kita akan menerima. Ketika kita menolong orang, Pada saat sama kita sedang menolong diri sendiri. Apa yang kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri. Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang.

Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, Tetapi mereka tidak mempercayainya. Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima dari pada memberi. Lebih suka ditolong dari pada menolong. Hidup hanya berpusat pada diri sendiri.

Αda ilustrasi menarik, seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari.
Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu.
Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.

Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya,
“Mengapa anda berjalan membawa lampu?”
Orang buta itu menjawab, “Sebagai penerangan”.

Dengan heran pria iτu bertanya lagi, “Tetapi bukankah anda buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?”

Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, “Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihatnya.
Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain utk tdk menabrak saya”.

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, Sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri. Kita diingatkan untuk tidak jemu-jemu berbuat baik. Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang barokah, berkelimpahan dan hidup bahagia.

Meski demikian, rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orzng-orang yang egois,
Kikir, pelit dan melakukan sesuatu berdasarkan apa ya untung bagi dirinya sendiri.

”Apa yg kita lakukan untuk orang lain, suatu saat pasti akan kembali kepada diri kita “. (Rinto Nugroho; http://sakyapangestu.blogspot.co.id/2014/10/menolong-diri-sendiri.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close