Pengalaman Anggota

Bermenung-Tuhan YME memberi yang kita perlukan

Di suatu malam sunyi beberapa waktu lalu, Pak Sabar tidur sendiri. Saat terbangun, tiba2 dadanya terasa sesak, badan dingin dan lemas. Dia kaget dan bingung, plus stres bin panik. Apa ini gejala stroke? Apa gejala penyakit jantung? Solusinya? Mau ke RS, badan lemas.

 

Mau minta tolong orang, malu dan takut membuat mereka ikut panik. Dia teringat cerita beberapa jam sebelumnya saat diskusi tentang kesehatan dengan seorang teman. Teman ini sudah lama menggunakan metode minum air panas untuk mengatasi masalah kesehatannya, yaitu air yang panas namun tidak sampai membuat bibir dan lidah melepuh.

Pak Sabar lalu mempraktekkan kebiasaan teman itu, sakitnya sembuh. Pengalaman ini kemudian dituliskan di rubrik tentang kesehatan. Apa artinya itu semua?

 

Pertama : Dia mendapatkan cara mengatasi atau solusi (saat berdiskusi dengan temannya itu), sebelum peristiwa dada sesak terjadi. Sehingga bisa mengatasi cepat dan mudah. Kedua : Dia mendapat bahan menulis tentang kesehatan. Ketiga : Pengalaman itu jadi bahan tulisan, namun dalam konteks renungan.

Ini hanya contoh saja, bahwa sesungguhnyalah Tuhan Yang Maha Pemurah itu selalu memberikan apa yang kita perlukan (bukan yang diinginkan). Termasuk tanpa diminta.

Kalau kita merasa banyak yang kita perlukan namun belum diberikan, itu hanya proses. Ibaratnya tidak mungkin anak kelas 1 SD diberi ijazah atau dibelikan sepeda motor. Perlu proses. Dia baru diberi ijazah SD setelah lulus ujian SD. Diberi sepeda motor sudah 17 tahun dan punya KTP. Kalau sebelum itu diberikan, justru dipertanyakan apakah orang tuanya sayang kepada anak.

Karena Tuhan Yang Maha Pemurah itu selalu memberikan apa yang kita perlukan, maka tidak perlu ragu untuk selalu meminta kepada-Nya. Tentu meminta bukan jangan pendek, namun juga jangka panjang, termasuk di “kehidupan kelak”.

Beliau akan lebih mudah dan murah memberikan, jika pemberian itu kemudian juga dibagikan kepada orang lain. Membagikan ini bentuknya bisa berupa uang, harta, makanan, pemikiran, bahkan tulisan.

Kalau sudah demikian, sudah yakin bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan apa yang kita perlukan, maka mintalah dan jangan lupa berbagilah. Kemudian selalu bersyukur, bersyukur dan bersyukur. (Widartoks 2017; dari grup FB-ILP)- FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close