Islam

Budi Baik (TA 184)

Rasullulah meninggalkanTha’if dengan kecewa. Alih2 didukung kaum yang bermukim di sana, beliau malah dihinn, dicemooh oleh anak2, bahkan dilempari batu sampai terluka. Peristiwa itu terjadi pada bulan Juni tahun 619 M atau bulan Dzuqaidah dua tahun sebelum Hijrah.

Keroyokan dari anak-anak baru reda setelah Nabi berlindung pada sebuah kebun buah milik Utbah dan Syaibah bin Rabi’ah, yang beragama Nasrani. Karena iba, Nabi kemudian diberi Anggur yang dibawa oleh budak Utbah dan Syaibah yang bernama Addas, yang juga beragama Nasrani.

 

Setelah tenang kembali, Nabi mengajak anak angkat beliau Zaid bin Haritsah kembali pulang ke Mekah. Zaid gelisah, apakah penduduk Mekah bisa menerima kembali Nabi, namun Rasulullah, menenangkan Zaid dan meyakinkannya Allah akan menolong dan memenangkan Nabinya.

Nabi singgah di Hira dan mengirim utusan ke Al Akhnas bin Syuraiq untuk minta perlindungan tapi ia menolak. Kemudian dikirim pula utusan ke Suhail bin ‘Amir, yang juga menolak. Ketika beliau mengirim utusan ke Muth’im bin Adiy, ia bersedia.

 

Ia  se-mata2 menolong Nabi dan tetap menganut agama nenek moyangnya. Ia ajak kaumnya, putra2nya mempersiapkan senjata dan memasang orang2nya berjaga di 4 sudut Ka’bah, seraya berseru, “Wahai kaum Quraisy. Muhammad dalam perlindunganku, jangan kalian mengganggu dan mengejeknya”

 

Nabi masuk ke Mekah, langsung ke Kabah dan tawaf. Kaum Muth’im tetap mengawal Rasul sampai ia kei rumahnya dengan aman. Nabi menyimpan budi baik Muth’im, beliau bersabda mengenai tawanan usai perang Badar, “Andaikan Al Muth’im masih hidup dan ia minta seluruh tawanan dibebaskan, aku akan penuhi permintaannya”.

Kira2 4 tahun sebelum kejadian itu, raja Habasyah (Ethiopia) penganut Nasrani juga melindungi puluhan pengungsi muslim yang di-kejar2 kaum Quraisy. Pada masa kini, ratusan ribu kaum muslim terpaksa meninggalkan negerinya cari selamat mengungsi ke negara2 di Eropa dan Canada, yang bukan negeri Muslim. Seperti Nabi, kita memendam budi baik para penolong dan pelindung saudara kita, kaum muslimin itu. (Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close