Islam

Menjaga Lingkungan (TA 196)

Dulu sekali, dari ketinggian pesawat terbang, orang bisa melihat sebaris putih di-sela2 hijaunya hutan perawan Kalimantan. Ternyata baris putih itu ribuan bunga anggrek Cattleya yang mekar tumbuh liar di hutan bebas. Bunga Cattleya adalah jenis anggrek yang paling anggun dan species yang berwarna putih dari Kalimantan itu adalah jenis yang harum baunya.

Kini pemandangan itu tidak ada, kita tidak tahu mana yang lebih tinggi nilai jualnya kayu dari pohon yang ditebang dengan ribuan jenis plasma nuftah tumbuhan yang ikut lenyap dengan penebangan hutan itu. Kadang kita dibuat bingung apakah atas nama pembangunan boleh kita permisikan kerusakan.

Beberapa pesan Al Qur’an menyebutkan kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. Padahal ber-ulang2 Al Qur’an mengingatkan janganlah membuat kerusakan. Pemikiran kerusakan lingkungan oleh negara2 maju baru terpikir setelah Perang Dunia II, saat dicetuskannya Revolusi Industri, orang juga main babat dan belum banyak terbentuk pemikiran global.

Padahal mendalami Al Quran, yang diturunkan sejak empat belas abad yang lalu, selalu mengisyaratkan pemikiran global. Menghindari kerusakan lingkungan jelas adalah pemikiran global yang selayaknya patut menjadi salah satu prinsip Etika Bisnis yang Islami. (Sadhono Hadi; dari grup WA-BPTg)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close