Kesehatan

Perlukah anak2 ber-OR?

Tak hanya dewasa harus rutin ber-OR. Anak-cucu kita perlu juga. Menurut ahli2, sedari anak2 6 tahun, anak seharusnya beraktivitas fisik minimal 1 jam/hari. Dilansir Healthy Kids, anak laki2  (6-10) tahun cenderung lebih aktif dibanding anak perempuan di usia itu. Keaktifan ini menurun seiring pertambahan usia anak.

 

Kenapa perlu OR sejak dini

Membiasakan anak aktif ber-OR sejak dini, penting di masanya kini dan masa nanti. Memasukkan anak Anda ke Tim olahraga sekolah adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu agar anak Anda lebih aktif berolahraga. Apa saja manfaat olahraga pada anak?

 

1-Cegah berbagai saat dewasa

 

Aktif berolahraga membuat tubuh anak Anda lebih sehat. Tidak membiasakan anak Anda ber-OR akan membuatnya tumbuh jadi orang dewasa yang tidak aktif, rentan kegemukan, osteoporosis, atau bahkan rentan terserang kanker payudara di masa depan bagi anak perempuan.

 

Mungkin kondisi2 ini dapat dicegah dengan banyak cara, namun bergabung dengan tim OR sekolah, misalnya, anak Anda tentu akan lebih bersemangat berolahraga karena banyak teman mendukungnya.

 

2-Perkembangan karakter

Meraih pencapaian dan perkembangan kemampuan karena aktif ber-OR, akan mampu meningkatkan rasa percaya diri anak. Selain percaya diri, memasukkan anak Anda ke dalam tim olahraga sekolah juga mampu mengasah kemampuannya dalam bersosialisasi dengan orang lain.

 

Terlebih bila keaktifan ber-OR menjadikannya terpilih mewakili sekolah untuk bertanding dengan sekolah lain, semangat berkompetisi dan kemampuan kerjasama dengan tim dari dalam dirinya secara tidak sadar tentu akan berkembang.

 

3-Menghindari kondisi mental negatif

Beberapa orang ber-OR untuk mengatasi stres, depresi, dan cemas yang dialami. Sehingga, aktif OR, anak cenderung terhindar dari emosi tak terkendali, karena saat emosi meledak, emosi itu ia salurkan melalui sesuatu yang lebih positif : OR. The Women’s Sport Foundation menyatakan  anak perempuan aktif ber-OR cenderung nilai di sekolahnya baik, karena mereka telah terlatih untuk berkonsentrasi.

 

Mengatasi anak tidak mau ber-OR

Bila memasukkan anak Anda ke dalam tim OR sekolah tidak juga berhasil untuk membuatnya jadi aktif ber-OR, melakukan aktivitas fisik bersama antara orangtua dengan anak dapat dicoba, seperti:

 

a-Saat Anda menikmati ber-OR di hadapannya, tunjukkan bahwa ber-OR itu menyenangkan.

b-Mengajak anak bermain di halaman belakang, menari, berkeliling daerah sekitar rumah dengan sepeda, dan berenang bersama.

 

c-Mengenalkan beragam jenis OR dengan mengajak anak Anda melakukannya bersama, sehingga Anda bisa membantu anak menemukan olahraga apa yang paling ia nikmati.

d-Membatasi kegiatan yang hanya akan membuatnya diam tidak beraktivitas selama beberapa waktu, seperti membatasi menonton TV hanya selama dua jam dalam satu hari.

 

Jangan lupa menggunakan topi dan sunblock saat Anda dan anak Anda beraktivitas di luar ruangan, serta menyediakan cairan dan nutrisi yang cukup selama berolahraga atau melakukan kegiatan bersama. (http://www.uzone.id/mengapa-anak-anak-perlu-berolahraga-#x6gbWQMA0pSJZ46O.97)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close