Pengalaman Anggota

Kok bisa ya?-Peyek mahal

Beberapa waktu lalu Bu Johar kedatangan tamu, Bu Aren namanya. Dia bekerja di salah satu rumah tetangga Bu Johar yang kaya. Bu Aren masih famili pemilik rumah itu. Di rumah itu yang tinggal hanya seorang nenek dan ditemani Bu Aren. Anak2 sang nenek tinggal di rumah lain dan di kota lain.

Kedatangan Bu Aren menawarkan dagangan milik cucu sang nenek tadi. Cucunya juga tidak ikut ke rumah Bu Johar. Dagangan sang cucu tadi berupa peyek yang dibungkus plastik transparan tebal. Isinya ya peyek tepung dengan sedikit kacang tanah.

Seperti kebiasaan, kalau ada tetangga berjualan sedapat mungkin membeli, sebagai bentuk support ke tetangga yang mulai ber-usaha, ber-bisnis. Maka Bu Johar beli peyek itu sebungkus. Setelah Bu Aren pergi, peyek itu di-lihat2 lalu ditaksir berat dan harga wajarnya. Menurut Bu Johar peyek itu beratnya ± satu ons (100 gram) dan pantasnya harganya lima ribu rupiah, atau kalau di supermarket ya 7500 rupiah.

Jadi harga 15 ribu itu ya kemahalan. Tapi tak apalah memberi semangat kepada yang sedang mau ber-usaha yang bahasa kerennya “startup business”. Peyek satu ons alias 100 gram harganya 15 ribu rupiah.
KBY. Kok bisa ya ? (Widartoks 2017; dari grup FB-ILP)- FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close