Pengalaman Anggota

Bermenung -Memuliakan tamu

Pak Sabar mempunyai kakak namanya Pak Sukur yang tinggal di kampung halaman. Kalau Pak Sabar pulang kampung dan berkunjung ke rumah kakaknya itu, mereka selalu berusaha menyediakan makanan untuk Pak Sabar, apalagi kalau datangnya Pak Sabar bersama istri dan atau anak-anak.

Pak Sukur dan Bu Sukur kadang bangun pagi sekali dan memasak nasi dan lauk pauknya, membuat sarapan pagi bagi Pak Sabar dengan atau tidak dengan keluarga. Begitulah, karena Pak Sukur dan Bu Sukur ini memegang ajaran agama, memuliakan tamu. Menjamu tamu, bagian dari memuliakan tamu.

Banyak saudara Pak Sabar yang lain yang juga berbuat seperti itu, berusaha memuliakan tamu. Kadang mereka mengada-adakan. Kalau tidak punya nasi, ya memasak dulu. Kadang tamu ditinggal lama di ruang tamu, karena tuan rumah asyik di dapur memasak untuk tamu, kadang malah ke warung dulu untuk belanja. Intinya mereka berusaha memuliakan tamu semaksimal mungkin.

Begitu pula hampir semua orang di kampung halaman Pak Sabar berbuat begitu, berusaha memuliakan tamu. Tentu sesuai kemampuan masing2. Minimal kalau Pak Sabar pulang kampung, semua orang yang ketemu di jalan kampung akan menawari mampir ke rumahnya. Kalau Pak Sabar mampir, mereka berusaha menyuguhkan makan dan minum, sesuai kemampuan ekonominya.

Demikianlah, mereka ada yang menyadari dan adapula yang belum menyadari namun sudah selalu melakukan, yaitu berusaha memuliakan tamu, sesuai ajaran agama. Khususnya agama Islam, kalau agama lain saya tidak tahu persisnya. (Widharto KS-2017; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close