Psikologi

Berpikirnya Orang Jepang dalam ber-empati

Terus diajarkan dari generasi ke generasi bahwa hubungan antar manusia itu tertinggi levelnya. Ajaran itu  sejak balita & menjadi kiblat orang Jepang adalah “Empati”. Empati yang artinya mem-posisi-kan diri menjadi ORANG LAIN (memposisikan diri kita jadi lawan bicara).

Kalau ngomong sama Orang Tua, cobalah jadi orang tua yang sering “kebingungan” itu. Sedang ngomong dengan “Anak Anda”, maka jelmakan diri Anda menjadi anak yang bandel. Sedang ngomong ke Customer atau Downline, maka menjelmalah menjadi dia terlebih dulu.

Mau ngobrol ke Upline, Sahabat, Musuh, maka jadikanlah diri Anda diri mereka terlebih dulu & bila Anda menjadi dia, “apa yang ingin Anda dengarkan?” Kenapa dompet yang jatuh di kereta Jepang, kemungkinan besar AKAN balik ke pemiliknya?

Karena yang menemukan berpikir, bila uang di dompet ini saya ambil. Jangan2 pemiliknya, gak punya uang lagi, gajian baru bulan berikut nya, dia pasti bingung bayar hutang, bingung bayar listrik, bingung beli makan, dia dimarahin istri, anak dia akan kelaparan atau dia akan mati karena perbuatan saya ini.

Ya, mereka selalu berpikir tentang Empati. Itulah makanya negaranya aman & cepat maju karena sejak kecil sudah diajarkan Empati.
1-Yang ketahuan korupsi, bunuh diri karena malu.
2-Pejabat yang merasa gagal akan mundur, karena dia pakai kacamata rakyatnya.

3-Wanita pulang kerja malam hari terjamin keamanannya, karena para pria berpikir, gimana kalau itu adik, anak atau istri saya.
Milikilah ilmu orang Jepang. (Prasetya B. Utama dari grup WA-BPTg; sumber dari http://www.felitawijaya.com/filosofi-empati-ala-jepang-untuk-menjadi-bangsa-yang-lebih-baik/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close