Psikologi

Kebiasaan Ortu berakibat perilaku anak tidak baik(9/17)

17-Penggunaan istilah yang tak jelas maksudnya

Seberapa sering ortu mengungkapkan pernyataan seperti “Awas ya, kalau kamu mau diajak sama mama/papa, tidak boleh nakal” atau, “awas, kalau nanti diajak sama mama/papa, jangan bikin malu mama”, bisa juga terungkap, “kalo mau jalan2 ke taman bermain, jangan macam2”.

 

Tanpa disadari kita sering gunakan istilah yang sulit dimengerti / bermakna ganda. Ini  membingungkan anak. Di benaknya bertanya apa yang dimaksud nakal, tingkah laku apa yang masuk kategori nakal. Juga istilah “jangan macam2”, perilaku apa masuk kategori “macam2”. Selain bingung, juga akan menebak nebak arti dari istilah2 itu.

 

Maka bicaralah jelas dan spesifik, misal “Sayang, kalau kamu mau ikut mama/papa, tak boleh minta mainan, permen, dan tidak boleh teriak2 di kasir seperti kemarin ya”. Ini penting agar anak tahu batasan2 yang boleh dan tak boleh, serta sepakati konsekuensinya bila dilanggar.

 

18-Mengharap perubahan instan

Kita biasa hidup dalam budaya instant, seperti mie instant, susu instant, teh instant. Sehingga saat anak salah, kita sering ingin perubahan instant pula, misal ketika terlambat bangun, nggak beresin tempat tidur, sulit dimandikan, kita ingin agar anak kita berubah total dalam waktu sehari.

 

Bila kita sering memaksa perubahan pada anak tanpa tahapan wajar, mungkin anak sulit memenuhinya. Dan ketika ia gagal memenuhi keinginan kita, ia akan frustasi dan tak yakin bisa melakukanan lagi. Akibatnya ia pilih melawan seperti banyak bikin alasan, acuh tak acuh, atau marah2 pada adiknya.

 

Jika kita harapkan perubahan kebiasaaan anak, beri waktu untuk tahap2 perubahan rasional untuk bisa dicapainya. Hindari target perubahan yang tak mungkin bisa dicapai. Ajaklah ia mengubah dari hal termudah. Biarkan ia pilih yang menurutnya mudah diubah. Keberhasilan mengubah itu memotivasi anak untuk melakukan perubahan lainnya yang lebih sulit.

 

Puji dan jika perlu rayakan keberhasilan yang dicapai, sekecil dan sesederhana apapun perubahan itu. Hal ini untuk menunjukkan betapa seriusnya perhatian kita pada usaha yang dilakukannya. Pusatkan perhatian dan pujian kita pada usahanya, bukan pada hasilnya. Bersambung…….; Tjokroaminoto360; (https://tjokroaminoto360.wordpress.com/2010/08/29/37-kebiasaan-orang-tua-yang-menghasilkan-perilaku-buruk-pada-anak/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close