Psikologi

Renungan-Indonesia Negeri Tanpa Ayah?

1-Jika kita memiliki anak sudah ngaku2 jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku2 jadi pemain bola. Lah kok?
2-AYAH itu gelar untuk lelaki yang mau dan pandai mengasuh anak bukan sekadar  membuat anak. Nek mung nggawe anak ya gampang.

3-Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi.
4-AYAH yang selama ini tugasnya cuma ngasih uang, artinya, ia menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Ditekani nek anak lagi butuh aja.

5-Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yang tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah.
6-Sementara anak dituntut sholat Subuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

7-Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari Umar bin Khattab.
8-AYAH durhaka bukan yang bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yang menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya.
9-AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya.

10-AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya.
11-Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

12-Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimanakah AYAH sebagai Sang Pengajar Utama?
13-Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi.

14-Banyak anak merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH tidak dirasakan hadir di kehidupannya.
15-Padahal Semangat Alquran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya’qub, Imron. Mereka contoh AYAH peduli.

16-Ibnul Qoyyim (kitab Tuhfatul Maudud) : Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya AYAH.
17-Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yang merujuk pada anak menunjukkan tempat Allah meminta pertanggung jawaban kelak.

18-Rasulullah yang mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai2 keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya. Dudu sosok biyunge.
19-Nabi Ibrahim adalah AYAH yang super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya jadi nabi.

20-Generasi Sahabat2 Nabi jadi generasi yang gemilang karena peran AYAH terlibat mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.
21-Di Alquran terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. AYAH lebih banyak disebut.

22-Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pola pengasuhan anak baik di rumah, di sekolah dan di masjid. Sekali lagi, aja mung bisane nggawe anak.
23-Harus ada sosok AYAH yang mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yang tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yang berkisah tapi Ayah.

24-AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak tenteram ber-lama2 di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam.
25-Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia jadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya juga bisa nyaman masjid.

26-Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya.
27-AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain itu, juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya.

28-Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, kran mampet, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH ‘kepala sekolah’ tapi AYAH ‘penjaga sekolah’.
29-Ibarat burung yang punya 2 sayap. Anak butuh keduanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH-ibunya.

30- Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna tentang logika. Keduanya dibutuhkan anak.
31-Jika ibu tak terlibat dalam pola pengasuhan, maka anak jadi kering cinta. Jika AYAH yang tak terlibat, maka anak tak punya kecerdasan logika.

32. AYAH mengajarkan anak jadi pemimpin tegas. Ibu membimbing jadi pemimpin peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama.
33. Hak anak mendapat pengasuh yang lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi.

  1. Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan sosok seorang AYAH.
    (Muchtar AF; dari grup WA-VN; diolah dari (twitter : @ajobendri))-FR

Monggo lengkapnya klik aja :  (http://hikmahseharihari.blogspot.co.id/2016/10/negeri-tanpa-ayah-1.html?m=1)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close