Psikologi

Yang Harus Dilakukan Saat Kita Sudah Tua

(Cuplikan dari fragmen: Karya Yeh Ching Chuan 葉金川 Menteri kesehatan Taiwan ke 12 & yang juga politisi. Lulusan Harvard & Taiwan National University. (en.m.wikipedia.org/wiki/Yeh_Ching_Chuan)

 

Saya selalu memikirkan orang tua di atas 80 thn. Siapa yang kamu harapkan kelak setelah memasuki usia Senja ? Coba dengarkan suara hati para orang tua Senja Ini. Kelak saat Anda sudah tua, siapa yg Anda harapkan ? Jika Anda memiliki tempat tinggal sendiri, harap jangan Anda tinggalkan sebelumm ajal.

 

Jika punya pasangan hidup, baik²lah hidup bersama, saling mengisi dan menopang. Jaga dan rawatlah  kesehatan sendiri. Bersuka citalah dengan sikap yang baik. Semua orang akan jadi tua. Hanya saja fisik (kesehatan) kita sekarang masih kuat, otak (pikiran) juga masih jernih, bagaimana kelak jika sudah tua, siapa yang diandalkan / diharapkan ?. Untuk membahasnya perlu 4 tahapan berikut ini :

 

1-Tahapan Pertama, Jaminan Kepastian

Jika memasuki usia pensiun 60- 70 th fisik (kesehatan) relatif baik, kondisi juga memungkinkan, maka :

 

– Makanlah kalau memang suka dengan makanan menyehatkan.

– Pakailah kalau suka busana yg diinginkan

– Bermainlah sepuasnya (game/OR atau semacamnya).

– Jangan terlalu kejam / pelit pada diri sendiri (manjakan diri sendiri), jangan banyak pikiran

 

– Hari² seperti itu tidak banyak lagi, jadi manfaatkanlah sebaiknya

– Pastikan ada sedikit uang simpanan

– Pertahankan rumah yang dimiliki

– Siapkan segalanya (sebelum dan jelang ajal) untuk diri sendiri.

 

Meski anak ekonominya baik, tapi itu miliknya, anak berbakti, itu adalah kualitas yang baik pada dirinya. Jangan menolak bantuan mereka, Tapi tetap bergantung diri sendiri, aturlah kehidupan sendiri.

 

2-Tahap Kedua Kesehatan Diri

– Jaga kondisi kesehatan sendiri sebaik mungkin, hidup tanpa mengandalkan orang lain jauh lebih baik

– Setelah 70 th tidak ada penyakit, juga bencana, karena harus bisa atur kehidupan dan mengurus diri.

– Sadar diri, kini sudah tua, per-lahan², stamina dan fisik itu akan melemah, reaksi juga makin buruk

– Saat makan, makanlah dengan perlahan, jangan sampai tersedak

 

– Saat berjalan juga jalanlah perlahan, jangan sampai terjerembab

– Jangan memaksakan diri lagi, jagalah kesehatan diri baik²

– Janga mencampuri masalah ini-itu, masalah anak, atau kadang mencampuri masalah generasi ketiga (cucu), bertahun² sudah urus ini dan itu, kini saatnya harus sedikit egois, uruslah diri sendiri sebaiknya

 

– Jalanilah segalanya dengan santai, bantu bersih²

– Jaga dengan baik kesehatan diri sendiri

– Usahakan waktu hidup sendiri lakukan rutinitas se-hari² itu selama mungkin.

– Hidup tanpa bergantung pada orang lain akan jauh lebih baik

 

3-Tahap Ketiga Psikologis

Generasi seperti kita ini mengalami segala pahit getir hidup, saya percaya, perjalanan terakhir dari hidup kita juga bisa kita hadapi dg tenang. Ketika kesehatan mulai memburuk & butuh bantuan, maka, kita harus siap dg hari “H”  (kematian). Tapi sebagian besar orang tidak bisa melewati tahapan ini. Aturlah dengan baik suasana hati dan sesuaikan dg tibanya hari itu.

 

Lahir, hidup, tua, sakit dan mati itu hal yang normal dalam kehidupan, maka hadapilah dengan tenang

Ini adalah perjalanan hidup terakhir, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan. Siapkan jauh² hari sblmnya, maka kita tdk akan terlalu bersedih

 

4-Tahap Ke-4 Mengandalkan Diri Sendiri

Ketika otak (pikiran) kita masih jernih dan saat penyakit mulai melilit dan tak tersembuhkan serta kualitas hidup memburuk, maka kita hrs :

 

– Berani menghadapi kematian, bulatkan tekad agar klrga tdk perlu lg berusaha menyelamatkan.

– Jgn membiarkan kerabat handai taulan melakukan segala upaya yg sia² (krn mmg sdh waktunya berpulang pd-Nya, jgn melawan takdir). Ketika sudah tua, siapa yg diandalkan/dihrpkan ?

 

Diri sendiri, diri sendiri dan tetap diri kita sendiri. Tidak perlu membatasi makanannya sehat Yang paling penting msh bisa makan (nafsu makan bagus)

 

– makanlah apa yg disukai,

– makanlah makanan yg kita anggap menyehatkan, agar bisa menikmati hidup dengan lebih ceria.

 

Membatasi orang tua tidak boleh makan ini dan itu, bertentangan sifat alami manusia. Sebenarnya, makin banyak bukti ilmiah, orang tua harus makan lebih baik, sedikit lebih gemuk. Supaya ia memiliki setitik lebih banyak kemampuan melawan penyakit, kemampuan melawan depresi. (Muchtar AF; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close