RSS Feed     Twitter     Facebook

Mengenal Mr Sandwich

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 178 views    Font size:
Mengenal Mr Sandwich

(3inetworksgeniussmartplus.wordpress.com)-Mr. Sandwich milyuner Thailand yang jatuh miskin saat krisis ekonomi Asia (1997), lalu ia jadi penjaja sandwich jalanan.  Sirivat Voravetvuthikun, nama asli Mr. Sandwich, tadinya super mewah sebagai pengembang properti dan pemain saham.

 

Ia biasa judi, dan pernah habiskan Rp. 2 milyar semalam. Saat krisis, bank menyita properti2nya, namun Sirivat masih berhutang Rp. 180 milyar. Ia depresi, tapi tidak bunuh diri seperti  pengusaha2 lain yang bangkrut. Sirivat menyalahkan diri yang rakus berhutang untuk bisnis. Tapi ia menerima kenyataan dan memutuskan berjualan sandwich di pinggir jalan dengan kardus dikalungkan di lehernya.

 

Hari pertama, ia harus menahan malu mendengar orang bertanya:Anda kan multi milyuner, mengapa berjualan sandwich? Ia jual 40 sandwich hari itu. Ia pernah di-kejar2 polisi karena jualan di pinggir jalan.  Kini usaha sandwich-nya bernilai lebih dari Rp. 45 M, meluas jadi usaha restoran dan minuman kaleng. Ia berencana membuka warabala serta mendaftarkan bisnisnya di bursa saham.

 

Walau sulit, Mr. Sandwich menerima hidup apa adanya. Ia berkisah, ada pengusaha menembak diri gara2 bangkrut, tapi ia masih hidup dan lumpuh. Motto Mr. Sandwich “Lebih baik bangkrut daripada mati”. Keberhasilannya didukung kemampuan mengelola emosi negatif (malu, menyesal, depresi, dll).  Ia tidak ber-andai2 (“Coba waktu itu saya…”), karena ini tidak akan menyelesaikan masalah.

 

Fokus pada kegagalan justru akan membuat seseorang bertambah gagal. Fokuslah pada masa depan.  Kata Nelson Mandela: “Jangan nilai aku dari kesuksesanku, tapi dari berapa kali aku jatuh dan bangkit kembali.”

 

Suatu Saat Kehidupan Memberiku Kotak Penuh Kegelapan. Butuh Ber-Tahun2 Bagiku Untuk Mengerti, Bahwa Inipun Sebuah Hadiah (Mary Oliver, adapted) atau Life once gave me a box full of darkness. It took me years to understand that this, too, was a gift. (Mary Oliver, adapted)

 

(Cening Sadiyana; dari grup WA-BPTg; Bahan berssumber dari :   https://3inetworksgeniussmartplus.wordpress.com/2018/03/29/mr-sandwich/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code