Iptek dan Lingk. Hidup

Proses perakitan Ponsel pintar(2/2)

(cnnindonesia.com/teknologi)-Sebagai seri terakhir, monggo : Pengecekan

Setelah komponen2 terpasang dan saling terintegrasi satu sama lain, ponsel akan diisi daya dan disuntik sistem operasi dan program pengecekan. Pengecekan yang dilakukan seperti memastikan sensor cahaya bekerja, suara, kamera, telepon, wifi, drop test dsb.

Ponsel juga disiksa 2 jam dengan dijalankan semua programnya. Proses ini dinamakan aging. Ponsel yang baterainya terlalu panas atau mengalami masalah akan ditolak dan dikembalikan ke bagian repair untuk dianalisa. Yang lolos masuk ke proses selanjutnya.

 

Proses terakhir packaging. Ponsel akan dibungkus dengan kardus, diberikan aksesoris seperti contohnya charger, earphone, pembuka slot hingga panduan pengguna. Yang terakhir, kardus ponsel akan dibungkus plastik agar terlihat premium. Selanjutnya, produk pun siap dikapalkan.

 

Pengujian berkala
Pengecekan kualitas belum berhenti sampai di sana. Pabrik mengambil sampel2 produk jadi untuk kembali diuji tiap harinya. Tiap model akan diambil 2 ponsel tiap bulannya menjalani proses penyiksaan ekstrem seperti di jatuhkan dari 1,5 meter, di-guling2kan dan diletakkan 24 jam di suhu rendah hingga tinggi yang sesuai dengan suhu bumi di 4 musim.

Proses panjang ini mungkin butuh investasi mencapai US$4 juta per lane. Kini Asus mengoperasikan lima lane, dengan demikian setidaknya Asus menginvestasikan US$20 juta untuk perakitan CKD di Batam itu.

Meski mahal, keuntungan vendor dan pabrik bisa mengontrol kualitas ponsel dari hulu hingga hilir. Artinya karena dirakit dari komponen terkecil, mereka lebih mudah mengidentifikasi ketika ada bagian yang tidak berfungsi. Beda dengan sistem SKD yang mengharuskan mereka menginspeksi bagian satu per satu ketika ada bagian yang gagal berfungsi.

Dengan peraturan yang belum stabil, vendor juga bisa memenuhi permintaan pemerintah dengan lebih mudah dan kapan saja diminta. Belum banyak vendor yang ambil cara ini untuk berbisnis di Indonesia. Presdir PT Sat Nusapersada Abidin Hasibuan menyatakan pihaknya dan Asus Indonesia yang pertama berinvestasi untuk menjalankan tipe produksi ini di Tanah Air.

(eks; Kustin Ayuwuragil; Bahan dari :  https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180417203726-185-291548/mengintip-proses-perakitan-ponsel-pintar)-FatchurR *** Bersambung……….

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close