Cermin bisnis Anggota

Aku Cinta Produk PePeng-Batik Yogya & Shibori dari Galeri Batik Arimbi

Mestinya Anda pernaah mendengar Kain Shibori yang dikembangkan oleh salah satu Pensiunan kita yang diantara produknya akan disajikan dibawah ini. Tapi sebelumnya kita kenali dulu Shibori itu dari suatu sumber, monggo :

 

Shibori, sebutan seni jepang dalam memanipulasi kain, menciptakan berpola metode pewarnaan celup yang ada sejak abad ke-8. Proses ini dengan teknik mengikat, melipat, memutar atau menekan, dengan kemungkinan dan kecelakaan yang mempengaruhi pola berkembang. Bentukan organik alami yang dihasilkan itu kebenaran filosofi mendasar Jepang menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan.

 

Gabungan teknik itu memberikan bentukan unik dalam pola Shibori karena mustahil untuk pola baru yang identik. Ada lebih dari 50 teknik berbeda di era 80an, tapi kini makin berkurang jumlahnya karena kian sedikit pengrajin mewarisinya. Teknik dikenal dengan Indigo dying itu sedang tren saat ini.

 

Teknik pewarnaan celup ada sejak jaman kuno dan digunakan di berbagai negara. Istilah modernnya, tie dye (ikat celup) baru  populer tahun 60an di AS. Di Indonesia ada teknik serupa membatik yakni batik ikat celup Batik Ikat celup adalah proses membuat motif dan warna pada kain putih polos dengan teknik mengikat dan menutup sebagian kain dengan karet gelang.

 

Juga tali rapia dan plastik gula pasir dicelup ke pewarna kain yang mudah didapat yaitu wantex. Teknik Batik Ikat Celup ini dikenal bernama lain : Pelangi atau cinde di Palembang, tritik atau jumputan di Jawa dan sasirangan di Banjarmasin.

 

Teknik Shibori ada ber-macam2, yang terkenal dan sering digunakan yaitu Kanoko Shibori, Miura Shibori, Kumo Shibori, Nui Shibori, Arashi Shibori dan Itajime Shibori. Masing2 teknik menghasilkan pola unik dan berbeda, aplikasinyajuga berbeda. Mana motif favoritmu?

 

 

Kanoko Shibori

Kanoko Shibori ini disebut oleh dunia barat : Tye-die. Dalam teknik Kanoko Shibori perlu benang untuk mengikat bagian tertentu pada kain untuk mencapai pola yang diinginkan. Pola yang dihasilkan bergantung seberapa erat kain terikat dan dimana kain terikat. Kanoko Shibori menghasilkan pola lingkaran acak. Secara keseluruhan teknik ini menggabungkan teknik ikat, lipat dan gantung.

 

 

Miura Shibori

Teknik Miura Shibori itu tenik paling sering digunakan karena teknik yang paling mudah dilakukan. Dalam teknik ini tidak ada simpul sehingga sangat mudah mengikat dan melonggarkan kain dengan tali. Hasil dari teknik Miura Shibori adalah desain pola yang seperti air.

 

 

 

Kumo shibori

Kumo shibori melibatkan bagian lipatan kain yang halus dan merata. Kain juga diikat rapat sehingga dihasilkan desain berbentuk laba2 yang spesifik. Ini teknik yang tepat untuk menghasilkan desain yang khusus.

 

 

 

Nui Shibori Nui

Shibori Nui termasuk shibori dijahit. Satu alur jahitan sederhana dan ditarik untuk menyatukan kain. Benang harus ditarik dengan kuat agar berhasil. Teknik ini sulit dan perlu waktu tapi berpeluang untuk Anda membuat pola sesuai harapan Anda.

 

 

 

Arashi shibori

Arashi shibori dikenal sebagai Shibori pembungkus tiang karena tekniknya melibatkan tiang dibungkus. Kain terikat erat pada tiang menghasilkan kain lipit dengan motif diagonal. Arashi sendiri berarti badai dalam bahasa Jepang. Pola diagonal tersebut menggambarkan hujan deras yang turun.

Itajime Shibori

Secara tradisional teknik ini menggunakan kain yang dijepit diantara dua potong kayu seperti sandwich dan diikat dengan tali. Oleh seniman modern teknik ini mengunakan akrilik atau plexiglass dipotong dengan bentuk C-klem. Bentuk tersebut berfungsi untuk mencegah merusak kain.

 

Pada hunian rumah aplikasi kain berpola shibori berkesan tersendiri. Perpaduan unsur tradisional kuno pada hunian modern malah tidak kalah saing dengan motif kontemporer yang geometris. Berikut contoh-contoh aplikasi kain Shibori pada beragam elemen rumah.

 

Varian yang dikembangkan Galeri Shibori Arimbi Yogyakarta sebagai berikut dengan urutan gambar :

1-3 : 3pt kain sutera Shibori/jumputan, kain/sarung, bahan blus/tunik/Kebaya, selendang Rp.800.rb 1stel

4- Shibori bahan primisima 2.5 m Rp 250.rb

5-  Batik Arimbi  Ron Ukel seling Nitik .bahan primisiam merserize .200 x 115 cm . Rp.325.000.

 

6- Batik Arimbi.Parang seling Puspa. Primisima merserize 200 x 115 cm.Rp 325.000.

7-  Batik Arimbi.Ron Ukel seling Nitik primisima merserize 200 x115 cm Rp 325.000.

 

8- Batik Arimbi sela rinakit seling truntum 200 x 115 cm Rp.325.000

9-  Bahan kemeja, blus ,tunik ,sarung dan kain panjang  Wahyu tumurun primisima 200 x 115  Rp 425.

 

(Endang Heermijati-Pan Supandi dan sumber dari Saraswati Sisriany; http://www.urbankompas.com/mengenal-shibori-dan-aplikasikannya-pada-dekorasi-rumah/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close