Kristiani dan Hindu

Renungan Pra Paskah

(Bahan ini dimuat di Penstel No.110/2019)-“..SIAPA INGIN menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu..”(Mat20:26)

 

Inti bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan para muridNya, bhw bila ingin jadi besar dan mau jadi pemimpin sejati mereka harus mau dan rela jadi pelayan yang baik. Pemimpin yang bagaimanakah yang di kehendaki Yesus?

 

Yang di pikirkan Allah, beda dengan yang di pikirkan manusia. Misi Yesus datang ke dunia memberikan pelayanan bukan kekuasaan spt yang di pikirkan Yakobus dan Yohanes anak2 Zebedius. Mereka memiliki gambaran keliru ttg Yesus. Bayangan mereka Yesus akan jadi penguasa dunia.

 

Karenanya, mereka akan ikut dlm kemuliaan dan berbahagia dengan mendapat posisi dan kedudukan ato kekuasaan. Bahkan mereka meributkan dan berambisi untuk menjadi pemimpin.

 

Yesus ingin mengatakan bahwa kebahagiaan di Kerajaan Surga, dengan duduk di sebelah kanan dan kiri Allah Bapa yang akan di terima kelak, bukanlah urusan manusia, melainkan itu urusan Allah dan hanya akan di berikan kepada orang yang mendapat anugerah dan berkenan di hadapanNya.

 

Pemimpin yang baik menurut Yesus adalah yang rendah hati, bisa menjadi panutan, peka, cepat tanggap thd lingkungan sekitar. Dengan kata lain, bagi yang ingin menjadi pemimpin, hendaklah ia menjadi pelayan ato seorang hamba yang siap melayani bukan malah minta di layani, sekaligus mengayomi, memberi suasana damai, rela berkorban dan menderita, bahkan memberikan nyawa bagi banyak orang.

 

Itu di teladankan Yesus pada murid2Nya. Bagi Yesus, melaksanakan kehendak Allah dengan melayani sesama itu terpenting dlm hidupNya. Dialah tipikal pemimpin sejati, yang mau melayani penuh kasih serta mengorbankan hidup dan diriNya. Apakah kita bisa jadi pemimpin spt yang di kehendaki Yesus?

 

Mari kita mohon pada Yesus, agar kita memiliki hati seorang hamba dan di berikan semangat melayani dari pada di layani, memberi dari pada di beri, menghibur dari pada di hibur, shg kita mampu melakukan yang terbaik itu bagi kemuliaan Allah dan bagi sesama.

 

“Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.” [Mat. 20: 28]

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus memanggil ke-12 murid-Nya dan berkata ke mereka,”Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam2 kepala dan ahli2 Taurat, mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati”.

 

“Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?”

 

Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”

 

Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

 

Mendengar itu marahlah ke-10 murid yang lain pada ke-2 saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, pemerintah2 bangsa2 memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar2 menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.Tidaklah demikian di antara kamu.

 

Barangsiapa ingin jadi besar di antara kamu, hendaklah ia jadi pelayanmu, dan siapa ingin jadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia jadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”.

 

Meditatio: Kepada murid2, Yesus menyatakan arti misi-Nya datang ke dunia. Dia tidak mencari takhta atau jalan sukses seperti ada di benak para murid. Namun, pertama-tama Dia datang untuk melayani dan memberikan nyawa bagi manusia. Jalan perendahan ‘melayani’ memenangkan hidup manusia.

 

Langkah Yesus yang tak biasa bagi dunia ini menginspirasi kita. Jalan jadi besar di hadapan Allah ialah jalan melayani. Kita diundang jadi anak2-Nya yang rendah hati dan sederhana berani mengambil langkah pertama (inisiatif) untuk melayani sesama. Kebaikan sekecil dan sesederhana apa pun yang kita lakukan, hayatilah dalam kesederhanaan seorang hamba Allah.

 

Kita ingin melakukan itu bagi sesama dengan senang hati dan dengan cinta yang besar kepada Allah. “Aku ini hanyalah hamba-Mu, ya Tuhan! Semoga yang sederhana dan kecil ini berkenan kepada-Mu.”

 

Contemplatio: Ambillah waktu sejenak untuk hening. Hadirkan dalam kesadaranmu imaji Yesus yang melayani dengan penuh kasih. (sub)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close