Kesehatan

Sering Minum Bubble Tea Puluhan Bola Tapioka Bersarang Di Usus

(food.detik.com)-JAKARTA; Konsumsi bola2 tapioka yang ada dalam bubble tea menjadikan pencernaan remaja ini terganggu. Banyak bola2 utuh yang bersarang di ususnya.

Remaja di Provinsi Zhejiang, China mengalami gangguan pencernaan karena kerap mengonsumsi bubble tea. Dilansir World of Buzz (6/6), remaja usia(14) itu dilarikan ke UGD sebuah rumah sakit usai mengeluh sakit di bagian perut dan sulit untuk makan.

 

Setelah di CT Scan, pihak medis menemukan pearl bubble atau biriran tapioka di dalam ususnya terlebih di bagian dekat anus. Pearl bubble yang ada tidak tercerna sempurna oleh usus sehingga banyak yang bersarang di sana.

 

Menurut Sin Chew, pihak medis sempat menanyakan kapan terakhir kali remaja itu meminum bubble tea. Berdasarkan keterangannya, dirinya terakhir kali meminum minuman dengan isian bola-bola tapioka itu lima hari yang lalu.

Tak percaya dengan pengakuan sang remaja, Dr Zhang, dokter yang menanganinya yakin jika sisa pearl yang ada bukan berasal dari konsumsi bubble tea dalam kurun waktu sehari. Dengan begitu remaja itu dipastikan meminum bubble tea hampir setiap hari.

Untuk menangani kasusnya, Dr Zhang memberi obat pencahar. Mendengar kisah remaja ini, He Yuling direktur dari rumah sakit umum Kota Zhuji menjelaskan bola2 yang terbuat dari tepung kanji sulit dicerna tubuh. Terlebih beberapa penjual bubble tea sengaja menambahkan bahan pengental. Hal itu dilakukan agar pearl yang ada memiliki tekstur yang lebih kenyal.

Penambahan zat pengental inilah yang membuat bola-bola tapioka makin sulit dicerna oleh tubuh. Sebenarnya penambahan zat itu pun dinilai tidak baik bagi tubuh. (Dewi Anggraini; Bahan dari : https://food.detik.com/info-kuliner/d-4578568/sering-minum-bubble-tea-puluhan-bola-tapioka-bersarang-di-usus-remaja-ini)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close