Kesehatan

Makanan Yang Ditolak Di Negara Lain-(2)

3. Daging Yang Tercemar Ractopamine (Ractopamine-Tainted Meat)
Ractopamine adalah obat untuk pakan aditif, membuat kerampingan pada hewan yang dipelihara keperluan daging mereka. Secara farmakologi itu adalah beta-adrenergik agonis (beta-adrenergic agonist).

 

Ini bahan aktif, produk yang dikenal sebagai Paylean untuk babi dan Optaflexx untuk ternak, yang dikembangkan Kesehatan Hewan Elanco (Elanco Animal Health), sebuah divisi dari Eli Lilly and Company, yang digunakan dalam makanan hewan untuk peningkatan pertumbuhan.

Sebagai obat beta agonis (agen partisi ulang yang meningkatkan sintesis protein) Ractopamine dipakai untuk penggunaan ternak ketika para peneliti menemukan obat yang digunakan pada penyakit asma ini, telah membuat tikus lebih berotot. Hal ini akan mengurangi kandungan lemak pada keseluruhan daging.

Ractopamine saat ini digunakan ± 45% daging babi di AS, 30% sapi pakan ternak, dan persentase terbesar diketahui untuk ayam Kalkun yang “dipompa penuh” oleh obat ini pada hari-hari menjelang pemotongan. “Sampai 20% dari ractopamine masih berada dan tetap berada dalam daging yang Anda beli dari supermarket”, menurut dokter hewan Michael W. Fox.

Sejak 1998, lebih dari 1.700 orang “diracuni” akibat makan babi yang “makan” obat-obatan kimia, dan ractopamine dilarang digunakan dalam makanan hewan oleh tidak kurang dari 160 negara berbeda karena efek kesehatan yang berbahaya. Efektif pada 11/02/ 2013, Rusia mengeluarkan larangan impor daging dari AS, dijadwalkan berlangsung hingga AS setuju menyatakan daging mereka telah bebas oleh kandungan ractopamine.

Saat ini, AS bahkan tidak menguji keberadaan” obat” ini dalam daging yang dijual. Pada hewan, ractopamine terkait dengan penurunan fungsi reproduksi, peningkatan mastitis pada peternakan susu dan peningkatan kematian dan kecacatan.

 

Zat ini juga dikenal mempengaruhi sistem kardiovaskular manusia, dan dianggap bertanggung jawab akibat sifat hiperaktif dan dapat menyebabkan kelainan kromosom dan perubahan perilaku! Produk dari AS ini dilarang di import oleh: 160 negara, termasuk seluruh Eropa, Rusia, Cina dan Republik Cina Taiwan.

4. Minuman “Tahan Api” (Flame Retardant Drinks)

Ada lebih dari 3.000 makanan aditif – pengawet, perasa, warna dan bahan lainnya – yang ditambahkan ke makanan di AS, termasuk makanan bayi dan makanan yang ditargetkan untuk anak-anak.
Sementara itu, banyak di antaranya telah dilarang di negara-negara lain, berdasarkan penelitian telah menunjukkan toksisitas (beracun) dan efek kesehatan yang berbahaya, terutama berkenaan dengan efek buruk pada perilaku anak-anak. Misalnya seperti yang dilaporkan dalam artikel fitur :

“Boxed Mac & Cheese, cheddar rasa kerupuk, Jell-O dan banyak ‘sereal anak’ mengandung jenis warna Red-40, Yellow-5, Yellow-6, dan / atau Blue-2, adalah pewarna yang populer digunakan di AS. Penelitian telah menunjukkan “pelangi” ini aditif dan dapat menyebabkan masalah perilaku serta kanker, cacat lahir dan masalah kesehatan lainnya pada hewan di laboratorium. Red-40 dan Yellow-6 juga diduga menyebabkan reaksi alergi hiper-sensitivitas seperti pada anak-anak. Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum (Science in the Public Interest) melaporkan beberapa pewarna ‘terkontaminasi’, dikenal dengan istilah karsinogen.”

Pada tahun 2009, pemerintah Inggris menyarankan perusahaan-perusahaan untuk berhenti menggunakan pewarna makanan pada akhir tahun itu. Uni Eropa juga membutuhkan pemberitahuan
peringatan pada kebanyakan makanan yang mengandung pewarna. Dilarang di import oleh: Norwegia dan Austria. Bersambung…………..

 

(Arnold Djiwatampu; http://amaazingworld.ilyke.net/10-american-foods-that-are-banned-in-other-countries/35445/?pid=6#IKXBBiPkAFzRAjMz.99; dan dailymail.co.uk / mercola.com / berbagai sumber luar negeri/ )-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close