Islam

Akhlak Hidup Bertetangga

(khazanah.republika.co.id- Oleh: Rahmat Banu Widodo)- Rasul SAW bersabda ”Siapa yang beriman pada Allah SWT, agar berkata baik atau diam, dan siapa yang beriman (percaya) pada Allah SWT dan harus menghormati tetangganya, dan siapa yang beriman kepada Allah SWT harus menghormati tamunya.”

 

Islam mengajarkan hidup bertetangga, membangun harmonisasi dengan tetangga, saling mengulurkan tangan dalam kesusahan, dan saling memberi penghargaan dan keselamatan manakala tetangga dapat keberuntungan. Tapi, kadang kenyataan hidup bertetangga menghadapi kendala tak ringan, sebagai media ujian bagi kita yang beriman kepada Allah SWT.

 

Kendala kehidupan bertetangga beda dengan yang Rasul SAW pesankan. Kehidupan bertetangga kita sering dihiasi prasangka buruk, saling menggunjing, membongkar aib sesama, tak peduli penderitaan tetangga, berat hati mengulurkan tangan pada yang membutuhkan. Ada yang tak saling tegur sapa karena faktor ketersinggungan semata.

 

Naudzubillah mindzalik. Padahal Rasul SAW bersabda, ”Sebaik-baik sahabat di sisi Allah SWT itu yang terbaik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah SWT itu mereka yang terbaik pada tetangganya.” Adapun hadis lain, ”Siapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, janganlah dia sakiti tetangganya.”

 

Hakikatnya, tetangga kita adalah saudara terdekat. Meskipun tidak ada hubungan darah dengannya, tapi tetanggalah yang pertama kali datang menolong saat kita kesusahan. Tetangga pula yang pertama kali membantu di saat kita memerlukan bantuan.

 

Seorang Muslim yang taat senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangganya, seperti diteladani Rasulullah SAW. Jika kita memasak, kemudian aroma masakan kita tercium tetangga, wajib bagi kita memberi sebagian masakan itu kepada tetangga yang menciumnya.

 

Itulah teladan Rasulullah SAW. Hakikatnya hidup bertetangga harus saling berbagi di saat kita sedang longgar, dan saling memudahkan di saat tetangga mengalami kesusahan.

 

Untuk itu semoga kita tidak termasuk orang2 yang digugat tetangga di akhirat, seperti yang disabdakan Rasul SAW, ”Hari kiamat kelak tetangga memegang tetangganya dan berkata, ‘Ya Tuhan, Engkau luaskan rezeki saudaraku ini dan menyempitkan rezekiku sehingga saya lapar pada waktu siang hari dan ia kenyang, maka tanyakan kepadanya mengapa ia menutup pintunya dan mengharamkan aku dari apa yang telah diluaskan baginya’.”

 

(Hazanul Risqa; Bahan dari : https://khazanah.republika.co.id/berita/pvuljn458/akhlak-hidup-bertetangga)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close