RSS Feed     Twitter     Facebook

Muhammad Khamim Setiawan Naik Haji Jalan Kaki Ke Mekah

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 9 views    Font size:
Muhammad Khamim Setiawan Naik Haji Jalan Kaki Ke Mekah

(liputan6.com)-Haji pejalan kaki nyata wujud pada diri M. Khamim Setiawan (29). Pemuda Pekalongan, Jateng, itu jalan kaki demi bisa beribadah haji. Saofani Solichin, ayahanda Khamim, menuturkan perjalanan putra bungsunya ke Tanah Suci penuh liku.

 

Keluarga juga sempat sangsi Khamim mampu tiba di Mekah karena medannya berat. Saofani mengungkapkan, barang bawaan Khamim beberapa kali akan dirampok atau dirampas saat perjalanan. Hambatan itu dialami saat dia melintasi pantura Cirebon dan Palembang.

Kejadian sama hampir dialaminya saat di Thailand. Namun, perampokan itu tidak terjadi. “Juga saat di India beberapa orang yang bertemu Khamim juga agak jahil. Mereka ditanya rute, diberi rute memutar¬† jauh,” kata dia, Sabtu, 27/5/2017.

Tak hanya perampok, dia pernah dalam perjalanan tanpa bawa bekal. Bermula saat ia jalan kaki dari Banten ke Palembang ditemani seorang kawan. Rekannya mendadak pulang karena keluarganya sakit, Khamim memutuskan jalan kaki seorang diri. Ia beranikan melintasi wilayah meski perjalanan malam hingga dini hari.

 

“Sampai2, barang bawaan Khamim termasuk HP, GPS, sebagian pakaian dititipkan rekannya untuk diantar hingga ke perbatasan Malaysia. Jadi, melalui jalur lintas Sumatera, anak saya tidak bawa apa-apa, hanya pakaian saja” tutur Saofani. Khamim mengandalkan masjid dan musala sebagai tempat melepas lelah. Saat tiba di rumah Allah itu, ia dapat petunjuk dan bantuan dari sesama muslim.

Dukungan yang sama juga diterima calon haji backpacker itu saat melintasi Malaysia, India, dan Dubai. Ia tak kesulitan dapat makanan halal dari rekan2 muslim yang juga dari Indonesia. “Saat di Malaysia, dia ada teman habib, begitu juga saat di India. Di Dubai, Khamim bertemu Kedubes RI dan disambut baik”.

Kedatangan Khamim ke kedubes tidak semata minta tolong dan tempat berteduh. Ia bersilaturahmi sambil mengurus visanya agar bisa melintas ke daerah tujuan. Kini, calon haji pejalan kaki sampai di perbatasan Dubai-UEA. “Ya Alhamdullilah. Kekhawatiran keluarga selama ini tidak jadi kendala. Kami berjalan kaki hampir tanpa hambatan hingga ke Dubai,” kata Saofani.

 

Kurus tapi gembira

Dalam perjalanan, dia sempatkan berkomunikasi dengan keluarga. Dia menikmati perjalanan meski tidak jarang mengalami rintangan. Yang membuatnya semringah, saat diajak makan warga negara setempat. Tentunya, makanan khas setempat dan halal.

Dia terlihat menikmati cuaca terik di negara Timur Tengah dengan berswafoto di masjid2 besar. Ia coba naik unta di padang pasir sambil berfoto bersama warga. Foto2 itu ditunjukkan ke keluarganya di Pekalongan. Keluarga melihat tak ada kesan capai atau kurang bergairah. Hanya, badan Khamim terlihat lebih kurus dari biasanya dibanding sebelum keberangkatannya dari Pekalongan.

“Ya karena perjalanan jauh. Tapi raut wajahnya semringah. Mungkin dijalaninya penuh khidmat,” ucap Saofani. Sang ayah yakin perjalanannya ke Mekah segera terwujud paling lambat saat musim haji 3 bulan berikutnya. “Infonya tinggal 500 km, Khamim sampai Mekah setelah menempuh jarak 13.800 km dari Pekalongan,” ujarnya.

 

Panggilan batin

Kepada sang ayah sebelumnya dia mengungkapkan niatnya berhaji jalan kaki ke Mekah itu panggilan batin mencari rida Allah SWT. Khamim berujar, selama perjalanan ke Mekah dirinya tak melulu minta bantuan orang2. Namun, dia tak menolak jika ada orang yang ikhlas membantu saat berpapasan atau bertemu dengannya di suatu tempat.

Khamim tidak menargetkan berapa lama sampai ke Mekah. Utamanya, dia fokus untuk mencari strategi menyiasati lamanya visa dari tiap negara dengan prediksi jarak tempuh yang harus dilaluinya jalan kaki. Keluarganya di Pekalongan tak tahu kapan Khamim akan pulang ke Indonesia setelah berhaji dan apakah Khamim akan kembali berjalan kaki.

“Saat ditanya pulang kapan, Khamim hanya menjawab sampai saat ini saya belum mendapat petunjuk dan menentukan ke arah situ,” kata Saofani.

Fajar Eko Nugroho;  Bahan dari :  https://www.liputan6.com/haji/read/2969933/liku-liku-haji-jalan-kaki-nyaris-dirampok-hingga-ditraktir-makan?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code